Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Tindakan orangtua agar anak sukses di masa depan

5 Tindakan orangtua agar anak sukses di masa depan Ilustrasi sukses. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/aslysun

Merdeka.com - Para orangtua pasti ingin melihat anaknya sukses saat dewasa. Meski belum ada resep resmi apa yang harus orangtua lakukan agar anak sukses, namun, penelitian sejumlah psikolog telah menemukan kecenderungannya.

Dilansir dari Business Insider, Rabu (9/12), para psikolog mengemukakan bahwa seorang anak yang sukses datang dari cara mendidik dan bersikap para orangtua.

Menjadi orangtua memang tidak selamanya mudah. Sejak membangun rumah tangga hingga mempunyai keturunan, para orangtua selalu rela mengorbankan waktu dan tenaganya untuk kelangsungan hidup anak-anak mereka.

Tak ada yang lebih diinginkan orangtua daripada melihat anak-anak mereka bahagia lahir batin. Berikut merdeka.com akan merangkum apa dan bagaimana yang dibutuhkan para orangtua agar anaknya menjadi orang sukses.

Ajarkan anak mengerjakan tugas sehari-hari

mengerjakan tugas sehari hari rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Mantan dekan Stanford University, Julie Lythcott-Haims, mengatakan jika seorang anak tidak mengerjakan sendiri tugasnya berarti ada orang lain yang mengerjakan. Artinya, sang anak tidak akan mengetahui pentingnya suatu pekerjaan untuk diselesaikan dan berkontribusi pada penyelesaiannya.Hal ini tentu menjadi kontraproduktif saat sang anak kelak memasuki dunia pekerjaan. Dia percaya anak yang mampu mengerjakan tugasnya sendiri seperti mencuci baju akan mampu bekerja sama dengan rekan kerja nantinya."Dengan mereka mengerjakan tugasnya, seperti membuang sampah atau mencuci pakaiannya sendiri, maka dia akan berpikir bahwa 'saya harus bekerja untuk hidup agar menjadi bagian dari kehidupan'."

Orangtua mengajarkan sang anak bersosialisasi

sang anak bersosialisasi rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Peneliti dari Pennsylvania State University dan Duke University menemukan lebih dari 700 orang yang diteliti mengakui ada korelasi antara pendidikan bersosialisasi pada masa kecilnya dengan sukses mereka di dunia kerja.Responden yang mengatakan bahwa mereka yang telah mempelajari bagaimana berempati, menyelesaikan masalahnya sendiri, dan lain sebagainya akan mampu menyelesaikan pendidikan tingginya dan mendapatkan pekerjaan dengan mudah."Sejak kecil, kemampuan ini akan menentukan apakah anak tersebut akan menyelesaikan kuliahnya atau masuk penjara. Atau apakah mereka akan berakhir mendapatkan pekerjaan atau menjadi pemabuk," ujar Direktur Program Robert Wood Johnson Foundation, Kristin Schubert.

Tanamkan cita-cita tinggi pada anak

cita tinggi pada anak rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Profesor dari Universitas California, Neal Halfon, menggunakan data survei nasional pada 6.600 anak menemukan bahwa orangtua yang memiliki cita-cita tinggi untuk sang anak anak berefek signifikan dalam bagaimana mereka bersikap."Para orangtua yang mengajarkan anaknya dapat mengenyam pendidikan di universitas akan berupaya sebisa mungkin mewujudkannya dengan mengatur keuangan dan tabungannya," ujarnya.Penelitian tersebut menunjukkan bahwa 57 persen anak-anak yang gagal diwajibkan untuk bisa mencapai bangku kuliah oleh orangtua, sementara, 96 persen yang berhasil ialah mereka yang diajarkan oleh orangtua manfaat dari kuliah.

Kehidupan keluarga yang harmonis

yang harmonis rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Anak-anak yang hidup dalam keluarga berkonflik seperti pertengkaran atau bahkan perceraian akan berkehidupan buruk dibanding mereka yang orangtuanya hidup bersama sampai tua.Profesor dan Kepala dari Department of Human and Community Development Universitas Illinois, Robert Hughes, mengungkapkan sejumlah penelitian menunjukkan perceraian orangtua memberi pengaruh negatif pada tumbuh kembang anak.

Orangtua ajarkan anak matematika sejak dini

anak matematika sejak dini rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Analisa dari 35.000 responden anak di Amerika, Kanada dan Inggris menunjukkan bahwa pelajaran matematika yang didapat sejak dini berdampak positif anak pada masa pertumbuhan."Kemampuan ini tidak hanya membuatnya ahli dalam bidang matematika, namun juga kemampuan membaca sang anak," ujar Peneliti Universitas Northwestern, Greg Duncan.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP