5 Mimpi dan ambisi Hary Tanoe kibarkan bendera MNC
Merdeka.com - Nama Chief Executive Officer (CEO) MNC Grup Hary Tanoesoedibjo sudah tidak asing lagi di percaturan bisnis tanah air. Namanya semakin melesat dengan bendera MNC Grup.
Lini bisnis yang dijalankan Hary Tanoe dan MNC Grup beragam. Mulai dari bisnis konglomerasi media, investasi, properti, hingga perbankan. Aksi dan manuver bisnis Hary Tanoe, sapaan akrabnya, harus diakui cukup sukses mencuri perhatian pebisnis nasional.
Di bawah bendera MNC, anak-anak perusahaannya memberikan kontribusi cukup positif pada induk usaha. Hary Tanoe tidak malu-malu membanggakan kesuksesan gurita bisnis yang dirintisnya.
Harus diakui, naluri bisnisnya sebagai pengusaha cukup cepat melihat setiap peluang yang kemungkinan bisa menjadi mesin uang bagi bisnisnya.
"Saya seorang pengusaha. Mohon maaf bisnis saya sedang tumbuh dengan pesat," kata Hary Tanoe beberapa waktu lalu.
Hary Tanoe semakin berambisi memperbesar bisnis MNC Grup. Dia cukup bersemangat dan meluangkan banyak waktu jika bicara soal rencana dan aksi bisnisnya. Dia mengatakan perusahaan induk yang memayungi MNC Grup itu sedang memiliki banyak proyek tahun ini.
Salah satu yang menonjol adalah properti. Pihaknya punya banyak rencana membangun komplek perkantoran pada 2014. "Jadi properti banyak sekali kita," ungkapnya.
Naluri bisnisnya sebagai pengusaha cukup cepat melihat setiap peluang yang kemungkinan bisa menjadi mesin uang bagi bisnisnya. Belum lepas dari ingatan kita saat Hary Tanoe memborong aset-aset dan saham perusahaan Grup Bakrie yang tengah mengalami kesulitan finansial.
Dunia bisnis tanah air mencatat pelbagai aksi dan manuver Hary Tanoe. Merdeka.com mencatat ambisi dan mimpi bos MNC ini. Berikut paparannya.
Bikin MNC City
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMedia Nusantara Citra (MNC) Grup serius merambah bisnis properti lewat anak usahanya PT MNC Land Tbk (KPIG). Walaupun besar dari televisi dan jasa keuangan, konglomerasi ini melihat sektor perumahan sangat menjanjikan seiring tumbuh suburnya kelas menengah di Indonesia.
Chief Executive Officer (CEO) MNC Grup Hary Tanoesoedibjo menyatakan salah satu ambisinya dalam waktu dekat adalah membangun megaproyek diberi nama MNC City. Ini adalah sebuah perumahan terintegrasi skala raksasa di Tangerang, untuk menyaingi Bumi Serpong Damai yang sudah lebih dulu punya nama.
"Kita ingin kembangkan termasuk MNC City di Jabodetabek. Tapi MNC City itu nanti. Kalau namanya city ya residensial, ya kayak BSD itu," ungkap pria akrab disapa Hary Tanoe ini di MNC Tower, Jakarta, Senin (1/7).
Terkait rencana MNC City, Wakil Direktur Utama PT MNC Investama Tbk Darma Putra menjelaskan, tanah di Tangerang sudah mereka bebaskan. Luasnya mencapai 3.000 hektar.
Dia enggan menjelaskan belanja modal maupun target pengembangan megaproyek tersebut.
"Untuk MNC City, memang kita mulai ekspansi ke sana. Tanahnya sudah kita secure, tinggal nanti tim-tim dari MNC land mengembangkan itu," kata Darma.
Bikin taman hiburan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBos MNC Grup ini menjelaskan, kuku MNC pelan-pelan masuk ke bisnis properti melalui MNC Land. Sasaran awal mereka memang bukan langsung perumahan, melainkan taman hiburan (theme park), yakni Lido di Sukabumi, Jawa Barat. Proyek tersebut sudah mulai dibangun tahun lalu, dan akan dilengkapi fasilitas penunjang lainnya.
"Akan dikembangkan kawasan theme park terintegrasi, ada hotel, ada golf, ada villa, intinya merupakan destinasi yang terintegrasi," ujarnya.
Konsep terintegrasi ini pun diusung dalam aset properti mereka di Bali. Tapi dia belum mengungkap, apa saja pengembangan wahana yang akan dilakukan MNC di Pulau Dewata.
"Intinya destinasi yang terintegrasi. Di Bali juga ada resort Nirwana dan itu terbesar di Bali. Ini kita berikan garis besar dari bisnis yang kita geluti," tandasnya.
Bikin MNC Bank
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPT MNC Capital Tbk berniat menambah kepemilikan saham di Bank ICB Bumiputera yang belum lama diakuisisi. Dananya berasal dari rencana Penawaran Saham Umum Terbatas I (PUT I) alias rights issue senilai Rp 2,35 triliun.
Chief Executive Officer (CEO) MNC Group Hary Tanoesoedibjo yang menaungi MNC Capital berharap kepemilikan saham di ICB Bumiputera bisa meningkat minimal 40 persen. Saat mengakuisisi bank itu, konglomerasi ini baru menguasai 25 persen saham.
"Dananya untuk ke bank. (Saham) pasti akan ditingkatkan, sampai 40 persen atau lebih semaksimal mungkin. Sekarang 40 persen targetnya, kalau mau lebih kita harus ke OJK dulu," ujarnya saat berbuka puasa bersama media di MNC Tower, Jakarta, Selasa (1/7).
Biaya menambah modal di ICB Bumiputera diperkirakan sebesar Rp 201 miliar. Bank itu, bila sudah direstui OJK, akan diubah namanya menjadi MNC Bank.
Presiden Direktur Bank ICB Bumiputera Eddy Rainal Sinulingga yakin perubahan nama bakal membawa banyak keuntungan bagi perseroan. Pasalnya, kini sebesar 25 persen saham perseroan dimiliki oleh Media Citra Nusantara (MNC) Group melalui PT MNC Kapital Indonesia (BCAP).
"MNC itu grup usaha besar. Banyak karyawan di sana, lebih dari 30.000 karyawan dan MNC itu pemiliknya Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe). Transaksi MNC akan dilayani oleh MNC Bank, karyawan MNC gajinya akan dilayani MNC Bank," ungkapnya.
Caplok perusahaan Asuransi Korea dan Jepang
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSalah satu anak usaha MNC Grup yakni MNC Kapital Indonesia tengah dibujuk untuk menjalin kerja sama oleh perusahaan asuransi asal Korea Selatan dan Jepang. Ini lantaran pasar asuransi di Indonesia masih potensial, sementara kedua perusahaan asing tersebut sudah tidak memiliki pasar lagi di negara masing-masing.
"Sekarang mereka mau ke mana, mau ke China ribut sama Jepang. Kalau portofolio bagus kita akan ikut nanti," kata Presiden Direktur MNC Kapital Indonesia Darma Putra, di Jakarta, Selasa (29/4).
Di sisi lain, perusahaan asuransi milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo itu juga berniat untuk mengakuisisi perusahaan lokal sejenis. Aksi korporasi ini bertujuan agar perseroan bisa meningkatkan pangsa pasar asuransi di Tanah Air.
"Asing banyak yang dekati kita. Ada dari Jepang, Korea dan mereka aktif mendekati kita. Kalau asing kita diajak. Kalau lokal kita mau ambil," tegasnya.
Gurita bisnis media
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comChief Executive Officer (CEO) MNC Grup Hary Tanoesoedibjo mengungkapkan keyakinannya bahwa jaringan media massa yang dia kuasai akan bertahan lama. Saat ini, televisi yang berada di bawah bendera MNC menguasai pangsa pasar Tanah Air mencapai 40 persen.
Hary Tanoe, demikian konglomerat tenar ini kerap disapa, meyakini Produk Domestik Bruto Indonesia yang sekarang berada di level USD 900 miliar akan meningkat di tahun-tahun mendatang.
Dia perkirakan, PDB senilai USD 2,75 triliun bukan hal mustahil seandainya pertumbuhan ekonomi stabil di level 6 persen.
"Nilai sebesar itu kalau masuk ke sistem ekonomi kita akan sangat luar biasa, termasuk efeknya kepada media," kata Hary Tanoe saat berbincang dengan wartawan di MNC Tower, Jakarta, Selasa (1/7).
Taipan yang kini jadi politikus pendukung capres Prabowo Subianto itu menegaskan, bisnis media massa di bawah bendera PT Global Mediacom Tbk akan dipertahankan sebagai inti konglomerasi.
Hary Tanoe yakin, terutama dari televisi, belanja iklan akan terus meningkat. Belum lagi mempertimbangkan bisnis televisi berlangganan yang tumbuh di atas 30 persen saban tahun, seiring bertambahnya kelas menengah.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya