5 Jawaban yang haram dikatakan saat wawancara kerja
Merdeka.com - Beberapa pertanyaan yang dilontarkan saat wawancara kerja terkadang terdengar sangat mudah. Namun, banyak pelamar kerja terjebak dan berkata yang seharusnya tidak mereka katakan.
Seperti diketahui, selain mempersiapkan berkas-berkas penting, ada faktor-faktor lain yang perlu diperhatikan ketika sedang wawancara kerja, seperti pemilihan kalimat.
Jangan sampai salah memilih kalimat dan tanpa sadar meninggalkan kesan kurang baik saat wawancara kerja. Di antara kalimat yang sebaiknya tidak disebut adalah yang berisi cibiran perusahaan atau rekan kerja sebelumnya.
Agar tidak mengurangi kesalahan yang tidak perlu, berikut beberapa kalimat yang sebaiknya dihindari dalam proses wawancara kerja. Berikut daftarnya seperti dirangkum dari Glassdoor.
Reporter: Tommy Kurnia
Sumber: Liputan6
"Saya tak tahan dengan perusahaan lama"
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comHindari mengatakan hal buruk tentang perusahaan lama. Meskipun mungkin tempat kamu bekerja memang buruk, tapi mengucapkan hal itu tak akan membuat kagum si pewawancara.
"Ketika ditanya mengenai mantan bos atau kolega, jangan menjelekkan mereka," ucap Roy Cohen, pelatih dan penulis di bidang karir.
Dia memperingatkan, melakukan hal demikian bisa membuat sikap kita dipertanyakan, karena bisa saja kita dikira akan mengucapkan hal serupa pada pihak perusahaan baru ketika merasa tidak puas.
"Saya mau melakukan apa saja."
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBisa saja sebetulnya kamu bermaksud siap menghadapi tantangan yang diberikan perusahaan, tapi ternyata itu membuatmu terdengar putus asa.CEO Trend HR, DW Bobst, menyarankan untuk ucapkan dengan jelas mengenai pekerjaan yang membuatmu paling nyaman, atau latar belakang, serta hal-hal yang belum pernah kamu kerjakan namun tertarik untuk kamu lakukan. Tunjukkan bahwa kamu orang terbaik untuk posisi yang diincar.
"Saya bisa memotivasi diri, cepat belajar, serta punya skill kepemimpinan."
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPercaya diri tentunya adalah ciri orang positif. Masalahnya, bila kamu tidak bisa membuktikan ucapan, yang terjadi malah terdengar dibuat-buat."Jika ingin begitu, kamu harus mengelaborasi dengan contoh nyata tentang penyelesaian masalah, kolaborasi, serta saat mengatasi konflik. Ekspresikan dan paparkan ketimbang hanya mengatakannya," kata pelatih kepemimpinan Laura Macleod.
"Tidak, saya tidak tahu itu."
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTentunya seseorang pasti tidak akan bisa mengetahui segalanya, apalagi jika masih di level junior. Tapi ada cara yang baik dan kurang baik dalam mengekspresikan ketidaktahuan.Contoh, menjawab "tidak tahu" dengan terang-terangan bukanlah langkah bijaksana. Bila memang tidak memahami sesuatu, coba jelaskan kemampuan atau pengalaman serupa dengan hal tersebut yang pernah kamu lakukan.Yang tak kalah penting, jangan sampai malah bertanya pertanyaan yang tidak penting tentang pekerjaan dari perusahaan yang kamu lamar. Pastikan sudah membaca-baca dulu seputar perusahaan agar bisa berdiskusi secara produktif dengan pewawancara.
"Saya mau kerja dengan gaji sekian."
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSeperti yang diketahui bersama, gaji dan bonus adalah aspek penting dalam kerja. Asal jangan sampai membicarakannya terlampau rinci saat tahap pewawancara.Pertimbangkan pengalaman kerja, keadaan industri, dan jangan lupa untuk melakukan sedikit research tentang berapa gaji yang pantas kamu dapatkan sesuai pengalaman dan kemampuan.
Â
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya