5 Instansi Favorit Pelamar CPNS 2019, Bisa Jadi Referensi
Merdeka.com - Pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 tak terasa sudah memasuki ke-8, sejak dibuka pada 11 November lalu. Lowongan CPNS 2019 ternyata menarik banyak perhatian masyarakat. Ini ditandai dengan terus meningkatnya angka pendaftar CPNS hari demi hari.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat, hingga Sabtu (16/11), terdapat 2,4 juta pelamar telah membuat akun dalam portal Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN), namun baru 10,6 persen dari jumlah tersebut yang menuntaskan langkah pendaftaran hingga tahap 'submit'.
"Kondisi itu diperkirakan terjadi karena banyak pelamar yang masih wait and see mencari informasi mengenai perkembangan pendaftaran," ujar Plt. Kepala Biro Hubungan Kemasyarakatan (Humas) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono, dikutip laman Setkab, Minggu (17/11).
Padahal hingga saat ini, dalam portal SSCN telah terunggah informasi lowongan CPNS dari 507 instansi Pemerintah dari total 524 instansi yang membuka rekrutmen, sehingga sudah cukup banyak alternatif formasi jabatan yang dapat dipilih pelamar.
Pelaksanaan pendaftaran CPNS 2019 tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Hampir seluruh instansi pusat dan daerah membuka formasi CPNS, mulai dari jabatan guru, dokter, hingga jabatan fungsional.
5 Instansi Terfavorit
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenurut laporan BKN, berikut lima instansi yang jadi favorit pelamar CPNS 2019 hingga Jumat (15/11/2019) pukul 15.43 WIB:
1. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia: 54.057 orang2. Kejaksaan Agung: 9.173 orang3. Pemerintah Provinsi Jawa Timur: 2.758 orang4. Pemerintah Kab. Bogor: 2.571 orang5. Kementerian Pertanian: 1.848 orang
Tentukan Instansi dan Formasi
BKN mengimbau para pelamar yang telah menentukan pilihan instansi dan formasi yang akan dilamar, khususnya yang telah membuat akun dalam portal SSCN, untuk segera menuntaskan tahapan pendaftaran hingga 'submit'.
"Hal ini perlu dilakukan agar pelamar tidak terjebak dalam situasi hectic yang menyebabkan pelamar sulit mengakses portal SSCN karena saling menunda-nunda penyelesaian tahapan pelamaran" imbuhnya.
Selain itu, BKN juga mengimbau pelamar untuk hanya menginput data dan berkas yang sebenarnya dan disyaratkan instansi dalam field lamaran. Dikhawatirkan jika pelamar "main-main" dalam pengunggahan dokumen, pelamar kemudian lupa untuk mengganti dengan data yang sesungguhnya, sehingga data palsu/tidak benar yang justru tersimpan dalam database SSCN ataupun yang tercetak.
"Data Center SSCN merilis informasi mulai maraknya pemakaian NIP dan KK untuk pendaftar abal-abal alias tidak niat mendaftar terbukti dengan banyaknya unggahan foto dan dokumen yang tidak dipersyaratkan instansi," ujarnya.
Pengunggahan foto atau dokumen yang tidak disyaratkan tersebut dapat menjadi pintu masuk instansi menyatakan bahwa pelamar yang bersangkutan tidak memenuhi syarat (TMS). BKN juga mengingatkan pelamar, sambung Paryono, agar berhati-hati menyebarluaskan NIK dan KK di internet.
"Tim Kedeputian Bidang Sistem Informasi Kepegawaian (Sinka) BKN mendapati banyak sekali informasi NIK dan KK pelamar CPNS disebarluaskan di laman media sosial," tandasnya.
Reporter: Fitriana Monica Sari
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya