Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Dampak ekonomi Amerika jika Donald Trump terpilih jadi presiden

5 Dampak ekonomi Amerika jika Donald Trump terpilih jadi presiden Setya Novanto dan Fadli Zon hadiri kampanye Capres Amerika. ©2015 REUTERS/Lucas Jackson

Merdeka.com - Bakal Calon Presiden Amerika Serikat, Hillary Clinton dan Donald Trump, berjaya dalam pemilihan internal partai masing-masing serentak kemarin yang kerap dijuluki Super Tuesday. Dengan demikian, peluang kedua politikus itu mewakili Partai Demokrat dan Republik bertarung merebut kursi di Gedung Putih, semakin besar.

Channel News Asia melaporkan, Rabu (2/3), Clinton dilaporkan memenangkan pemilihan internal partai di Negara Bagian Alabama, Tennessee, Virginia, Arkansas, serta Georgia. Hillary hanya menang tipis atas lawannya, Senator Bernie Sanders, di Massachusetts dan Oklahoma.

Demikian pula Trump, yang memenangkan nyaris seluruh 12 negara bagian. Sang miliarder mengucapkan terima kasih kepada para pendukung setianya melalui akun Twitter.

Super Tuesday adalah rangkaian pemilihan internal yang sangat menentukan keberhasilan seorang kandidat maju dalam pemilihan presiden di AS. Ada ribuan delegasi yang bisa diperoleh dari kaukus dan primary yang digelar serentak itu. Partai Demokrat mengharuskan bakal calon presiden meraih 2.382 nominasi kader agar seseorang dapat menjadi kandidat utama. Sedangkan Partai Republik mempersyaratkan 1.237 delegasi.

Sejauh ini Trump telah mengantungi 221 dukungan delegasi dari Super Tuesday, meninggalkan pesaing terdekatnya Senator Ted Cruz (69) dan Marco Rubio (41). Sementara Hillary telah meraup 883 nominasi, semakin meninggalkan Sanders yang cuma mendapat 232 dukungan delegasi kader Demokrat.

Melesatnya Trump menjadi fenomena tersendiri, yang bahkan tidak dipahami oleh petinggi Partai Republik. Pengusaha kasino dan properti tajir itu tidak disukai bahkan oleh sesama kandidat Partai Republik, Nyatanya Trump terus melaju dalam pemilihan internal.

Jika Donald Trump terpilih menjadi presiden Amerika Serikat apa yang akan terjadi pada perekonomian negara adidaya tersebut? Pertanyaan ini kerap dibahas oleh sejumlah tokoh dalam beberapa pertemuan.

Perekonomian Amerika menjadi hal krusial karena menentukan kondisi ekonomi dunia. Indonesia tentu juga harus bersiap dengan segala kemungkinannya.

Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah kemungkinan yang akan terjadi pada perekonomian Amerika jika Donald Trump jadi terpilih sebagai presiden, seperti dilansir dari The Street.

Pengetatan aturan imigrasi Trump pukul perekonomian Amerika

imigrasi trump pukul perekonomian amerika rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

American Action Forum, lembaga pengamat kebijakan di Washington DC, memperkirakan rencana perubahan hukum sistem imigrasi yang Donald Trump rencanakan akan merugikan pemerintah USD 400 miliar hingga USD 600 miliar.Jumlah tenaga kerja bakal terpangkas 11 juta, serta pendapatan domestik bruto terperosok USD 1,6 triliun. Kebijakan ini juga tidak serta merta terealisasi karena setidaknya membutuhkan waktu 20 tahun."Ini akan memperburuk perekonomian Amerika," ujar bos American Action Forum, Doug Holtz-Eakin. "Imigrasi merupakan bagian vital dari perekonomian," tambahnya.Kebijakan imigrasi Trump bakal memukul industri Amerika yang bergantung pada buruh murah dari para imigran. Khususnya pada bidang pertanian."Bakal ada penurunan di pendapatan sektor pertanian dan kenaikan harga makanan," jelas Profesor bidang Ekonomi Universitas Virginia, John McLaren.

Pengurangan pajak Trump lejitkan defisit Amerika

trump lejitkan defisit amerika rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Rencana Donald Trump untuk memangkas besaran pajak berdampak positif dan negatif pada perekonomian Amerika Serikat. Anggota Institute for Policy Innovation, Merrill Matthews, menilai pengurangan pajak bakal menggairahkan perekonomian lokal karena investor akan berbondong-bondong menuju AS.Namun, di sisi lain, kebijakan ini bakal mengurangi pemasukan negara. Imbasnya defisit dalam APBN Amerika bakal membengkak.Kebijakan pengurangan pajak Trump bakal memang bakal mendorong pertumbuhan ekonomi di 11 persen, kenaikan gaji di 6,5 persen, modal masuk ke bursa saham sebesar 29 persen, dan menciptakan 5,3 juta lapangan kerja.Akan tetapi, imbasnya, penerimaan pajak berkurang USD 10,14 triliun. Trump memang berjanji bakal memangkas belanja, namun, tidak dijelaskan secara rinci bagaimana dia akan melakukannya. Sementara di sisi lain, Trump bakal mempertahankan program biaya besar seperti Social Security dan Medicare.

Kebijakan asuransi kesehatan Trump bahayakan perekonomian

kesehatan trump bahayakan perekonomian rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Donald Trump berencana untuk mencabut kebijakan perlindungan kesehatan negara, Obamacare. Menurutnya, kebijakan ini akan meningkatkan pembiayaan hingga mencapai 55 persen.Profesor Manajemen dan Kebijakan Kesehatan Universitas Minnesota, Roger Feldman, menilai kebijakan ini bukan didasarkan atas perhitungan ekonomi. Salah satu dampak dari kebijakan ini nanti ialah Amerika bakal diserbu oleh produk obat-obatan impor."Saya rasa ini bukan berdasarkan analisis ekonomi. Namun, lebih kepada memfasilitasi para pengusaha asuransi yang tidak suka pada kebijakan Obamacare," jelasnya.Saat kebijakan Trump berlaku, tidak hanya obat, Amerika juga bakal dibanjiri dengan masuknya perusahaan asuransi.Trump sendiri menilai masuknya perusahaan asuransi baik untuk negara. Sebab, kompetisi akan memberikan efek positif.

Kebijakan perdagangan Trump berbahaya

trump berbahaya rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Selama masa kampanye, Donald Trump kerap membicarakan mengenai perdagangan. Dia menekankan bahwa dirinya tidak menyukai kebijakan perdagangan yang telah dibentuk Amerika seperti NAFTA dan Trans-Pacific Partnership. Trump berjanji bakal merevisi dengan mengedepankan perjanjian yang lebih menguntungkan.Trump juga bakal mengenakan kenaikan pajak barang-barang impor. Salah satu yang disasar ialah pengenaan 35 persen pajak terhadap mobil yang dibuat di Meksiko.Alih-alih mengembalikan industri otomotif masuk kembali ke Amerika, kebijakan pajak impor ini justru memukul daya beli masyarakat yang membayar lebih mahal barang-barang konsumsi. Ini tentunya akan memukul perekonomian Amerika itu sendiri.

Gaya berbicara Trump beri ketidakpastian perekonomian

trump beri ketidakpastian perekonomian rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Donald Trump selama masa kampanye kerap melontarkan kalimat kontroversial. Beberapa diantaranya bakal melarang masuknya imigram muslim dan membangun tembok perbatasan di Meksiko.Jika gaya berbicara ini dipertahankan saat dirinya menjabat sebagai orang nomor satu Amerika tentunya akan berbahaya bagi perekonomian negara dan dunia. Sebab, pernyataan yang dibuat oleh seseorang strategis amat menentukan arah kebijakan. Salah satu contohnya ialah bos Federal Reserve atau The Fed, Janet Yellen. Kebijakan The Fed pada suku bunganya sangat ditunggu perkembangannya oleh pelaku bisnis dunia, maka dari itu apapun perkataannya sangat sensitif pada perkembangan ekonomi dunia.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP