Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Bukti Tax Amnesty buat ekonomi Indonesia makin perkasa

5 Bukti Tax Amnesty buat ekonomi Indonesia makin perkasa Gedung Dirjen pajak. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla tengah melakukan peningkatan pendapatan negara dari sektor pajak. Salah satunya yang dilakukan adalah kebijakan pengampunan pajak atau Tax Amnesty.

Presiden Jokowi mengaku saat ini pemerintah memiliki data orang kaya ataupun pengusaha yang menyimpan dananya di luar negeri. Bahkan, nilainya mencapai ribuan triliun.

"Bapak atau Ibu juga punya uang. Ada yang disimpan di bank, rumah, ada yang di Singapura, Swiss, Hong Kong. Jangan sampaikan ke saya, wait and see," ujar Jokowi.

Untuk itu, pemerintah langsung mencanangkan program Tax Amnesty melalui tiga tahapan. Tahap pertama, dimulai Juli hingga September 2016 dengan tarif tebusan mencapai dua persen. Tahap kedua, Oktober hingga Desember 2016 dengan tarif tebusan naik menjadi tiga persen.

Untuk tahap terakhir, Januari hingga Maret 2017 dengan tarif tebusan lima persen. Dari ketiga tahap ini, pemerintah menargetkan dana tebusan program ini mencapai Rp 165 triliun.

Kehadiran Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga menjadi magnet tersendiri untuk program amnesti pajak. Sri Mulyani yang menjadi komando langsung dan mengawal program ini benar-benar turun tangan.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini langsung dipuji Ketua DPR RI Ade Komarudin. "Ya alhamdulillah saling bertukar, saya dapat informasi juga dari ibu Menkeu ya alhamdulillah berhasil dengan baik. Kemarin kita sempat sedikit agak panik tapi alhamdulillah sekarang saya enggak tahu sampe hari ini, sampai jam ini nih, berhasil. itu berarti kita bernapas cukup agak lumayan," kata Akom.

Secara khusus, Akom juga mengapresiasi kinerja dan komunikasi mantan Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, dan Menteri Keuangan Sri yang dinilai sukses membuat program pengampunan pajak berjalan.

Akibat kebijakan ini, ekonomi Indonesia mulai perkasa. Mulai menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) hingga di bawah Rp 13.000-an dan melejitnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai posisi 5.000-an.

Ini 5 bukti program ini bikin ekonomi Indonesia kuat dan perkasa.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP