4 Tips menjadi pimpinan idola dan baik di tempat kerja
Merdeka.com - Setiap orang bisa menjadi pemimpin. Namun, tidak semua pantas berada di posisi tersebut.
Menjadi pemimpin yang baik bukanlah hal yang mudah. Butuh waktu untuk dapat melatih dan memperbaiki diri agar menjadi pemimpin yang baik.
Belajar apa yang tidak boleh dilakukan, dan apa yang harus dilakukan dari rutinitas Anda sama pentingnya dengan memperoleh keterampilan baru. Penting untuk mengakui kebiasaan negatif apa yang Anda miliki dan berusaha menyingkirkannya.
Berikut adalah beberapa hal yang mungkin perlu dipelajari agar menjadi pemimpin yang baik seperti yang dipaparkan oleh Inc-asean.com:
Reporter: Fransiska Wahyuning
Sumber: Liputan6
Tidak mendominasi percakapan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSimon Sinek, mengatakan bahwa para pemimpin harus berbicara terakhir di pertemuan karena dua alasan: Pertama, menghormati mereka agar mereka merasa didengar dan diperhatikan. Kedua, Anda mendapatkan kemampuan untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin.
Sebelum memberikan pendapat, belajarlah untuk mendengarkan dan Anda akan belajar memimpin. Dari sisi atasan, sikap komunikatif dan terbuka akan mendekatkan hubungan Anda dengan bawahan.
Jangan biarkan ego menghalangi Anda
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMemeriksa ego Anda adalah salah satu hal terberat dan paling berguna yang dapat Anda lakukan sebagai pemimpin. Anda perlu menyadari dan menegaskan kembali bahwa Anda tidak tahu semuanya, keputusan Anda tidak selalu yang terbaik dan seseorang dapat melakukan bagian pekerjaan Anda lebih baik dari Anda. Kapan pun Anda dihadapkan atau merasa ego Anda menguasai, luangkan beberapa detik sebelum memberi respons atau melakukan tindakan. Kita tetaplah manusia, yang tak luput dari kesalahan dan keterbatasan. Percaya diri boleh saja, tapi tak ada ruginya mempertimbangkan gagasan orang lain ketika akan membuat keputusan.
Membuat keputusan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMembuat keputusan sendiri, tanpa mempertimbangkan pendapat atau gagasan lain merupakan tanda kepemimpinan yang buruk. Bila ada keputusan besar yang harus dibuat, demi kepentingan terbaik Anda adalah sebagai pemimpin untuk mendengarkan gagasan orang lain dan melepaskan gagasan Anda dari mereka untuk menemukan tindakan terbaik.Selain itu, konsistensi sikap juga diperlukan, antara lain saat memberikan tugas. Pikirkan dengan baik tugas yang akan diberikan sebelum mendelegasikannya kepada anak buah.Konsistensi juga bisa ditunjukkan dari seberapa teguh seorang atasan menjalankan program atau kebijakan perusahaan. Jangan mudah berganti haluan, karena bawahan pun bisa jadi bingung dan malah tidak hormat kepada Anda.
Tidak perhitungan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSebagai pemimpin, tugas Anda adalah memberikan semua kredit untuk kesuksesan tim Anda dan bertanggung jawab penuh atas kegagalan perusahaan. Anda harus bertanggung jawab atas segala hal yang berkaitan dengan perusahaan Anda dan orang-orang Anda.Maka dari itu, dibutuhkan kejujuran. Misalnya ketika salah dalam suatu proyek atau rapat, mengakui kesalahan dan minta maaf pada siapa saja wajib dilakukan.Kalau kesalahan disorongkan ke anak buah terus menerus, mereka pasti akan menjauh. Justru jika memungkinkan, pasang badan ketika ada bawahan yang berbuat salah. Asalkan bukan kesalahan fatal. Harapannya, mereka jadi sadar dan segan kepada kita.
Â
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya