4 Jurus pemerintah genjot pemanfaatan panas bumi di Tanah Air
Merdeka.com - Indonesia merupakan negara ketiga terbesar penghasil panas bumi di dunia. Sebanyak 40 persen potensi panas bumi dunia ada di Indonesia. Akan tetapi belum semua bisa dimanfaatkan.
Direktur Panas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yunus Saefulhak, menjelaskan pemerintah memiliki beberapa cara untuk percepatan pemanfaatan panas bumi. Pemerintah, lanjutnya, tengah mengakselerasi terbitnya undang-undang 21 tahun 2014 dan turunannya dalam bentuk Peraturan Pemerintah.
"Kita sudah membolehkan panas bumi itu dengan menugaskan kepada BUMN tanpa harus lelang. Saya kira itu untuk menyelesaikan misalnya lokasi-lokasi yang mungkin tidak terlalu (menarik) investor secara umum. Oleh karena itulah BUMN turun di daerah-daerah misalnya Flores," kata Yunus dalam diskusi Energi Kita yang digagas merdeka.com, RRI, Sewatama, IJTI, IKN dan IJO di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (13/11).
Kedua, pemerintah tengah mempercepat lelang sumber panas bumi. Setiap tahun, lanjutnya, pemerintah akan melakukan lelang sekitar di delapan wilayah kerja.
Yunus menambahkan tahun ini pemerintah sudah selesaikan lelang lima wilayah, dan tersisa tiga. Termasuk yang belum ialah di Ciremey.
Ketiga, yaitu dengan PSPE (Penugasan Survey Pendahuluan dan Eksplorasi). Ini untuk semua badan usaha, baik swasta maupun BUMN, boleh memilih satu lokasi di mana pun di Indonesia.
Ketika investor sudah melakukan kegiatan eksplorasi dan menemukan lokasi cadangannya, ada previllage untuk investor, atau yang disebut lelang terbatas atau direct appoinment.
"Keempat, melalukan lelang seperti biasa, pada umumnya. Saya kira itu harus digagas dengan masuk dalam rancangan pemerintah yang masuk ke dalam sekretariat negara," tuturnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya