4 hal yang harus dihindari kaum milenials dalam mengatur keuangan
Merdeka.com - Tidak ada batasan umur untuk meraih kesuksesan. Bahkan, generasi milenial pun bisa sukses dan memiliki semua hal yang mereka inginkan.
Meski demikian, Ahli Keuangan dan Penulis "Women and Money" Suze Orman mengatakan milenial tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk meraih kesuksesan. Bahkan, hal tersebut adalah hal yang salah.
Berikut 4 hal yang tidak boleh dilakukan generasi milenial.
Pertama, jangan membeli rumah karena Anda berpikir itu harus. Orman mengatakan, jangan memaksakan membeli rumah jika Anda tidak mampu. Anda bisa menyewa rumah untuk lebih menghemat anggaran.
Anda bisa menabung di bursa saham untuk menambah jumlah uang yang Anda miliki. Jika sudah terkumpul, Anda bisa memilih cicilan rumah yang sesuai dengan anggaran Anda, terurtama memilih KPR dengan uang muka 0 persen yang tengah digalakkan pemerintah.
"Menjadi cerdas dengan uang Anda dapat terlihat seperti hidup dalam sewa yang terjangkau dan terus menabung dan berinvestasi untuk tujuan masa depan," katanya dilansir CNBC Make It.
Kedua, jangan menghabiskan banyak uang untuk membuat orang lain terkesan. Orman menyebutka, membeli banyak barang belum tentu membuat orang lain terkesan.
Menurutnya, membuat orang terkesan bukan dari segi materi, karena hal tersebut tidak bertahan selamanya. Namun, jika Anda meningkatkan prestasi, maka Anda akan meraih kesuksesan sekaligus membuat orang lain terkesan.
Ketiga, Jangan terlalu mempercayai penasehat keuangan Anda. Penasihat keuangan dapat membantu Anda menjadi terorganisir dan membuat keputusan yang baik ketika menyangkut masalah uang, tetapi sangat penting untuk memastikan bahwa Anda bekerja dengan seseorang yang Anda percayai.
Menurut Orman, tidak semua profesional keuangan memiliki standar yang sama. Anda harus selalu memastikan penasihat keuangan Anda adalah pemegang fidusia, yang berarti mereka memiliki kewajiban hukum untuk bertindak demi kepentingan terbaik Anda sebagai klien mereka. Seperti dengan mengarahkan Anda menjauh dari investasi yang terlalu mahal dan berisiko yang tidak Anda butuhkan.
Terakhir, jangan berurusan dengan utang. Setiap orang tahu bahwa meminjam uang adalah hal yang beresiko. Namun, meminjam uang untuk orang lain juga lebih beresiko.
Biasanya, seseorang akan meminjamkan data dirinya demi kepentingan orang lain, seperti memberikan data diri untuk meminjam uang untuk teman atau kerabat. Sebab, jika utang tersebut tidak berjalan lancar, maka akan berpengaruh pada nilai kredit Anda.
"Jangan takut untuk mengatakan 'tidak' kepada orang lain dan katakan 'ya' untuk diri sendiri," kata Orman. (mdk/azz)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya