Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

32 proyek smelter RI serap 28.000 tenaga kerja

32 proyek smelter RI serap 28.000 tenaga kerja Ilustrasi Pertambangan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Dirjen Industri Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, industri pengolahan berbasis mineral logam atau smelter telah berkembang cukup baik di Indonesia. Dari catatan yang ada, 32 proyek smelter yang tumbuh dengan perkiraan nilai investasi sebesar USD 18 miliar dan penyerapan tenaga kerja langsung mencapai 28.000 orang.

"Dari sejumlah smelter itu, ada 22 industri smelter yang telah bergabung dengan Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian (AP31) dan 75 persen telah beroperasi secara komersil,” ujar I Gusti Putu Suryawirawan saat bicara dalam seminar nasional pengembangan industri berbasis smelter dan stainless steel di Gedung Iptek Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, Kamis, (2/3).

Menurutnya, pemerintah saat ini fokus dalam melaksanakan program hilirisasi industri sebagai upaya memaksimal peningkatan nilai tambah dalam negeri. Sehingga, diharapkan mampu mendorong kontribusi industri terhadap perekonomian nasional.

Salah satu industri yang menjadi bagian program hilirisasi adalah industri pengolahan berbasis mineral logam atau smelter itu, Dari aspek sumber daya mineral logam, Indonesia termasuk dalam 10 besar negara di dunia dengan cadangan bauksit, nikel dan tembaga yang melimpah.

Namun, tambah Putu, industri smelter merupakan industri yang padat energi dan padat modal. Selain itu, industri ini dituntut untuk mendekati lokasi bahan baku yang didukung oleh infrastruktur yang memadai.

"Olehnya butuh dukungan pemerintah dan pemberian insentif mutlak diperlukan dalam rangka mendorong pertumbuhan industri ini," pungkasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP