3 Upaya Pemulihan Sektor Pariwisata Versi PHRI
Merdeka.com - Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani menilai, terdapat tiga langkah dalam pemulihan percepatan pariwisata di Tanah Air. Pertama jangka pendek, PHRI melihat gelaran G20 di Bali dan MotoGP di 2022 mendatang bisa menjadi momentum mendatangkan wisatawan.
Berkaca pada perhelatan Asian Games 2018 lalu, event besar tersebut tidak cukup mendatangkan wisatawan. Oleh karenanya, PHRI menginginkan agar seluruh event di Indonesia dapat berdampak besar bagi masyarakat. Artinya, tidak hanya wisatawan mancanegara, namun mengandalkan dalam negeri.
"Jangka pendek kita menggarap integrasikan seluruh event yang ada sport, kultural, semua ada di Indonesia sekarang berserakan," kata Haryadi dalam konferensi pers di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Senin (13/12).
Kedua, untuk jangka menengah pengusaha mendorong agar pemerintah membuat regulasi berpihak kepada pengembangan pariwisata. "Jadi menengah adalah itu kita lakukan regulasi betul-betul," katanya.
Kemudian ketiga, jangka panjangnya adalah pemerintah diminta fokus agar tidak mengubah status badan atau kementerian pariwisata yang sudah ada saat ini. Misalnya, saat ini ada Kementerian Pariwisata/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Jangan lagi, setelah masa Pemerintah Jokowi berubah-ubah kembali.
"Jangan dari pemerintah berubah terus. Mau gimana jangan ganti pemerintahan ganti selera lagi ini perlu dipikirkan," ujarnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya