3 Strategi BP Tapera Pastikan Dana Kelolaan Dari Peserta Aman
Merdeka.com - Deputi Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) Bidang Pemupukan Dana, Gatut Subadio, menerapkan 3 strategi untuk mengoptimalkan pengelolaan dana Tapera dalam bentuk kontrak investasi. BP Taperamemastikan dana simpanan Tapera dikelola secara efektif, produktif dan efisien.
"Ada 3 hal yang akan dilakukan, pertama alokasi aset, nanti akan dilakukan pembagian ada alokasi pemupukan, pemanfaatan dan cadangan," kata Gatut dalam diskusi online Infobank, Jumat (28/8).
Di mana, pengelolaan pemupukan melalui Kontrak Investasi Kolektif (KIK) dilakukan dengan mempertimbangkan target imbal hasil. Sekurang-kurangnya rata-rata deposito bank pemerintah dalam jangka waktu 1 tahun secara berkelanjutan.
"Kemudian asset liability management. Liability kita adalah uangnya peserta dengan berbagai karakteristik. Ada yang sudah jauh umurnya, ada yang masih muda, ini tentunya akan menjadi perhatian kita di dalam menerapkan berapa persen yang akan dipakai untuk kemanfaatan dan berapa persen yang akan dipakai untuk pemupukan," ujarnya.
Pemilihan portofolio investasi turut berbeda. KIK pasar uang untuk menjaga likuiditas serta kebutuhan peserta pensiun. KIK pendapatan tetap jangka menengah dan panjang untuk memenuhi dengan kebutuhan pembiayaan perumahan mengacu pada target pembiayaan perumahan.
Sedangkan, KIK jangka pendek menengah untuk memenuhi dengan kebutuhan penjagaan imbal hasil wajar baik dana pemupukan maupun individu dana peserta.
Strategi lainnya yakni manajemen risiko. Di dalam manajemen risiko ini terdapat penentuan batas penempatan per pihak, penentuan kriteria aset investasi dengan standar tertentu, dan penentuan batasan-batasan investasi bagi manajer investasi pengelolaan KIK.
"Secara kontinyu kinerja manajer investasi akan di supervisi dan evaluasi, sehingga ini memberikan keyakinan bahwa pengelolaan dana Tapera yang notabennya dana masyarakat dilakukan melalui suatu kolaborasi melalui profesi-profesi yang sudah ada," pungkasnya.
Seluruh Peserta Dipastikan Dapat Imbal Hasil
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBadan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memastikan setiap peserta baik kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) maupun non MBR akan mendapatkan imbal hasil wajar di akhir kepesertaannya.
"Semua peserta di MBR dan Non MBR ini tentunya masih mendapatkan yang namanya imbal hasil. Kalau lihat angka range nya seperti itu, dari uang yang disimpan peserta secara alokasi tidak semua dipupuk, tapi sebagian akan dimanfaatkan untuk pembiayaan untuk peserta MBR. Nantinya akan terlihat konsep gotong royong itu di sini," kata Gatut Subadio.
Lanjutnya, secara operasional di dalam kontrak investasi terdapat kontrak investasi kolektif, untuk memastikan dan menjawab keraguan bagaimana nanti uangnya akan dikelola dengan baik oleh BP Tapera melalui manajer investasi.
"Jadi kami harus berkewajiban memastikan simpanan peserta ini nantinya harus bisa kembali berikut hasil pemupukannya. Disinilah berubah situasi dari penabung menjadi unit penyertaan. Makannya di dalam pelaksanaan ini kita bekerja sama dengan berbagai institusi," pungkasnya.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya