Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

3 Proyek tengah digarap, ruas Jakarta-Cikampek bakal macet parah

3 Proyek tengah digarap, ruas Jakarta-Cikampek bakal macet parah Kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek. ©2015 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Tiga proyek pembangunan infrastruktur tengah berlangsung secara bersamaan di ruas tol Jakarta-Cikampek. Hal itu sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang Pemerintah, sehingga banyak proyek infrastruktur untuk meningkatkan distribusi orang, barang dan jasa dalam rangka menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing Indonesia.

Adapun tiga proyek jangka menengah dan panjang yang dilakukan di ruas Tol Jakarta-Cikampek yaitu Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated), Kereta Api Ringan (LRT) dan pembanguan infrastruktur Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

General Manager PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Kristianto mengatakan pembangunan tersebut harus dilakukan karena beban lalu lintas Tol Jakarta Cikampek sudah sangat tinggi. "Saat ini Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) di Tol Cikampek mencapai 590 kendaraan dengan rasio (V/C) 1,3 di beberapa ruas jalan," kata Kristianto, di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta, Kamis (4/5).

Kristianto menyatakan, pembangunan ketiga proyek tersebut tentu akan membawa dampak pada kelancaran arus lalu lintas di jalan tol Jakarta-Cikampek.

"Kita selaku pengelola akan terus berkoordinasi dan sinkronisasi bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) atas pelaksanaa proyek tersebut. Koordinasi dan Sinkronisasi tersebut bertujuan untuk meminimalisir dampak kepadatan lalu lintas akibat kegiatan kontruksi proyek tersebut. Selain itu, Jasa Marga juga tetap melakukan upaya untuk menjaga standar pelayanan minimal jalan tol," katanya.

Kristianto mengungkapkan, pihaknya telah menyediakan delapan unit kendaraan layanan tol untuk melakukan observasi, menyediakan kendaraan derek gratis bagi kendaraan yang mengalami gangguan, selalu berkoordinasi dengan Polisi Jalan Raya (PJR) Jakarta-Cikampek dalam mengatisipasi kepadatan lalu lintas terutama di Simpang susun Cikunir.

"Lalu, dilakukan pembatasan jam kerja konstruksi terutama untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas dan ketika libur panjang dan lebaran H-20 diharapkan tidak ada pekerjaan proyek," jelasnya.

Jasa Marga juga meminta maaf kepada pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Kristianto mengimbau, jika kepadatan masih terjadi akibat pembangunan ketiga proyek tersebut.

"Jika kepadatan tidak terelakan pengguna jalan juga kami himbau menggunakan jalur alternatif. Beberapa jalur alternatif yang dapat digunakan adalah Pengguna jalan dari Jakarta yang menuju ke Bekasi/Cikampek dapat keluar di exit Jatiwarna/Jatiasih, atau keluar di exit Kalimalang, selanjutnya melewati jalur arteri," pungkasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP