Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

286 Perusahaan dari 23 Negara Kumpul di Pameran Manufaktur Mebel Kemayoran

286 Perusahaan dari 23 Negara Kumpul di Pameran Manufaktur Mebel Kemayoran Pameran Manufaktur Mebel. istimewa ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Pameran International Furniture Manufacturing Components (IFMAC) resmi dibuka hari ini. IFMAC memamerkan teknologi-teknologi yang dibutuhkan bagi industri produksi mebel Indonesia yang sedang mengalami pertumbuhan pesat.

Diselenggarakan oleh PT Wahana Kemalaniaga Makmur (WAKENI), tahun ini menandai awal kerja sama dengan Deutsche Messe yang merupakan penyelenggara LIGNA yang merupakan pameran permesinan dan kayu terbesar di dunia.

Ruang pameran saat ini sudah terjual habis dan diisi 286 perusahaan dari 23 negara. Pameran IFMAC ke-8 tahun ini digelar mulai 9 hingga 12 Oktober 2019 di Jakarta International Expo, Kemayoran, dengan target pengunjung mencapai 15.000 pebisnis dari dalam dan luar negeri.

Perusahaan-perusahaan ternama yang hadir di IFMAC 2019 antara lain Alpha Utama Mandiri, Felder Group, American Hardwood (AHEC), dan Maju Adil Sejahtera yang rutin berpartisipasi sejak IFMAC pertama kali digelar pada tahun 2012.

Beberapa perusahaan yang untuk pertama kalinya berpartisipasi di pameran IFMAC antara lain Ledinek GmbH dari Austria, Inter Abrasive A.S. dari Turki, Surteco Pte Ltd dan Raute Group Asia Pte Ltd dari Singapura, Robland NV dari Belgia, dan PK Garuda dari Indonesia.

"Secara keseluruhan, IFMAC 2019 mencatat peningkatan peserta sebanyak 70 persen perusahaan dari luar negeri dan 30 persen peserta dalam negeri yang terdiri dari distributor besar dalam negeri dan pemasok mesin dan solusi ternama di masing-masing negara tersebut di industri mebel," ucap Direktur PT Wahana Kemalaniaga Makmur (WAKENI) Rini Sumardi.

Dia mengatakan, IFMAC adalah platform yang diakui oleh para pemain industri mebel dan kayu untuk bertemu dan diperhitungkan di pasar Indonesia. Partisipasi dari perusahaan-perusahaan raksasa dan pencipta teknologi yang tepercaya dalam industri mebel membuktikan bahwa IFMAC adalah magnet yang menarik perhatian para pemain industri global ke Indonesia dan mengkonkretkan posisi Indonesia sebagai pasar utama bagi industri ini.

Christian Pfeiffer, Global Director LIGNA & Woodworking Shows Deutsche Messe AG mengatakan bahwa, IFMAC adalah pameran terkemuka untuk mesin, aksesoris dan bahan-bahan pertukangan kayu di Indonesia sekaligus menjadi pusat inovasi di Asia.

"IFMAC adalah marketplace yang membawa industri ini mencapai target pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari sepuluh ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030," katanya.

Dirjen Industri Argo Kementerian Perindustrian Abdul Rochim yang hadir pada saat peresmian pameran mengatakan inovasi dan desain pada industri furniture dan kerajinan sangat menentukan nilai tambah yang range-nya sangat lebar mulai dari puluhan prosen, ratusan hingga ribuan prosen.

"Kementerian Perindustrian terus mendorong dilakukannya R&D untuk menciptakan inovasi-inovasi baru. Terkait dengan hal ini, Kementerian Perindustrian telah mengusulkan adanya insentif Super Deduction Tax, untuk mendorong R&D sebesar 300 persen dari investasinya, sedangkan untuk Pendidikan vokasi sebesar 200 persen, saat ini sudah keluar Peraturan Pemerintah No.45 Tahun 2019 tentang hal tersebut," katanya.

Kinerja ekspor industry furniture Indonesia dalam tiga tahun terakhir mencapai USD 1,60 miliar (2016), USS 1,63 miliar (2017), dan USD 1,69 miliar (2018). Industri furnitur memberikan kontribusi sebesar 0,25 persen terhadap PDB Nasional.

Sementara itu nilai perdagangan furniture dunia berdasarkan data CSIL adalah sebesar USD 131 miliar pada tahun 2016, tahun 2017 sebesar USD 140 miliar, dan tahun 2018 sebesar USD 154 miliar. Saat ini, pengekspor furniture utama dunia adalah negara China, diikuti oleh Jerman, Italia, Polandia, USA, Mexico, dan Vietnam. Indonesia berada diperingkat 21 dunia.

Pasar furniture dunia diprediksi masih akan terus meningkat, yaitu sekitar 3 persen sampai tahun 2020. Asia Pasifik, diikuti oleh Amerika Utara, Timur Tengah dan Afrika merupakan Kawasan yang pasar furniturnya tumbuh pesat.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP