2022-2024, Periode Menentukan Keberhasilan Pembangunan Ibu Kota Nusantara
Merdeka.com - Rancangan undang-undang tentang ibu kota negara atau RUU IKN telah disetujui menjadi UU IKN. Dengan begitu, proses pembangunan ibu kota Nusantara akan segera dimulai.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pelaksanaan pembangunan akan terdiri dari lima tahapan yang dimulai pada tahun ini. Namun, Menteri Sri Mulyani mengingatkan, justru tahap pertama yang berlangsung 2 tahun sampai 2024 nanti jadi paling sulit.
"Mungkin tahapan paling kritis sesudah undang-undang dibuat adalah tahap pertama, yaitu tahun 2022 ini hingga 2024," ujar Menteri Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (18/1).
Untuk tahapan pertama yang sangat kritis, Menteri Sri Mulyani melanjutkan, ini nanti dari aspek pendanaannya akan dilihat apa yang menjadi trigger awal. Indikator tersebut kemudian akan menimbulkan momentum untuk pembangunan selanjutnya.
Sekaligus juga untuk menciptakan anchor, atau dalam hal ini jangkar bagi pembangunan ibu kota negara dan pemindahannya.
"Oleh karena itu, sesudah kita bicara nanti, akan dibuat rencana induk yang detil yang akan tertuang di dalam Perpres. Namun dalam hal ini dari pembahasan kementerian/lembaga terkait, terutama nanti akan dilaksanakan oleh kementerian yang sangat penting yaitu PUPR," tuturnya.
Usai fase pertama tersebut, pembangunan dan pemindahan ibu kota baru akan diikuti oleh tahap II-V yang akan berlangsung selama 20 tahun sejak 2025-2045.
Makna dalam Nama Nusantara, Ibu Kota Baru Indonesia
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyampaikan, alasan pemilihan Nusantara sebagai nama ibu kota baru. Hal itu disampaikannya dalam Sidang Paripurna bersama DPR RI pada hari ini.
"Dapat kami sampaikan bahwa Nusantara dideskripsikan sebagai konseptualisasi atas wilayah geografi Indonesia dengan konstituenta pulau-pulau yang disatukan oleh lautan," ujar Menteri Suharso, Selasa (18/1).
Baik secara nama maupun lokasi, Menteri Suharso menyebut, Nusantara sebagai ibu kota baru akan merepresentasikan segala kekayaan dan kemajemukan yang berada di wilayah Indonesia.
"Terbersit di dalamnya kemajemukan geografi yang disertai dengan kemajemukan budaya. Maka Nusantara adalah sebuah konsep kesatuan yang mengakomodasi kekayaan, kemajemukan Indonesia," ungkapnya.
Tak hanya itu, sesuai dengan visi Indonesia 2045 sebagai top 5 negara ekonomi terkuat dunia, dia ingin Nusantara jadi modal dasar untuk memajukan kesejahteraan rakyat sekaligus mendongkrak target Indonesia sebagai negara maju.
"Dengan nama Nusantara, ibu kota negara Republik Indonesia merepresentasikan realitas tersebut. Realitas kekayaan/kemajemukan Indonesia itu jadi modal sosial untuk memajukan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan, menuju Indonesia maju, tangguh dan berkelanjutan," tuturnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu KencanaSumber: Liputan6.com
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya