Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2019, ESDM target kapasitas pembangkit panas bumi tambah 1.751 MW

2019, ESDM target kapasitas pembangkit panas bumi tambah 1.751 MW pltp dieng. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga panas bumi sebesar 1.751 megawatt 2015-2019. Untuk itu, pengembangan bakal difokuskan pada sumber panas bumi yang memiliki potensi pelepasan energi panas atau enthalpy tinggi.

"Selanjutnya, 10 tahun kemudian mulai mengembangkan potensi panas bumi yang mempunyai entalphy menengah hingga rendah serta pengembangan skala kecil," isi siaran pers Kementerian ESDM, kemarin.

Tahun lalu, penambahan kapasitas terpasang akan didapat melalui PLTP Kamojang-Darajat sebesar 35 MW. Tahun ini, tambahan sebesar 274 MW diperoleh dari Lumut Balai, Karaha, Sarulla, Lahendong dan Ulubelu masing-masing sebesar 55 MW dan 30 MW, 114 MW, 20 MW dan 55 MW.

Tahun depan, penambahan kapasitas akan didapat dari Ulubelu 55 MW, Sarulla 118,5 MW, Lahendong 20 MW, Liki Pinawangan Muaralaboh sebesar 70 MW. Total peambahan kapasitas mencapai 263,5 MW.

Pada 2018, terdapat penambahan sebesar 633,5 MW. Berasal dari Sarulla 118,5 MW, Lumut Balai 55 MW, Hululais 55 MW, Tulehu 20 MW, Rantau Dedap 220 MW, Gunung Rajabasa 110 MW dan Dieng 55 MW.

Setahun kemudian, penambahan total sebesar 545 MW. Gunung Rajabasa dan Dieng masing-masing sebesar 110 MW dan 55 MW.

Kemudian, Sungai Penuh, Hululais dan Lumut Balai masing-masing 55 MW. Lalu, Karaha 60 MW, Cisolok-Cisukarame 45 MW dan Pangalengan sebesar 110 MW.

Potensi panas bumi Indonesia diperkirakan mencapai 29.452 MW. Namun pemanfaatannya baru mencapai 1.438,5 MW tahun lalu. (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP