2018, Pelemahan konsumsi masyarakat masih jadi momok target pertumbuhan ekonomi
Merdeka.com - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2018 mencapai 5,4 persen. Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan butuh usaha yang ekstra untuk mencapai target tersebut.
Sebab, pemerintah masih harus mewaspadai pelemahan konsumsi masyarakat. "Pertama tantangan daya beli supaya growth consumtionnya itu tetap bisa dijaga di 5,1 persen. Ini aja yang harus kita jaga hati-hati. Karena kan kita lihat bahwa pada semester satu ini 4,97 persen persis agak di bawah 5 persen," ujarnya, di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (11/9).
Sementara, pertumbuhan realisasi investasi harus berada di angka 6,3 persen untuk mencapai tingkat pertumbuhan 5,4 persen. Faktor penghambat realisasi investasi diantaranya masih moderatnya pertumbuhan kredit perbankan, pasar modal (capital market), serta belanja modal (capital expenditure/capex) dari badan usaha milik negara (BUMN).
"Diharapkan perusahaan di dalam situasi wait and see, seperti disampaikan bapak presiden, mulai ada semacam triger confidence untuk bisa mulai melakukan ekspansi usaha atau mulai melakukan investasi baru. Itu yang kita lakukan," jelasnya.
Maka dari itu, dia menuturkan dibutuhkan kerja keras semua pemangku kepentingan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun depan. "Kita akan mengatakan bahwa target dilakukan melalui effort atau usaha-usaha dari pemerintah dan pihak lain," ucapnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya