Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2018, Bukit Asam siapkan dana belanja Rp 6,55 T untuk investasi dan pengembangan

2018, Bukit Asam siapkan dana belanja Rp 6,55 T untuk investasi dan pengembangan batubara. Merdeka.com

Merdeka.com - PT Bukit Asam (PTBA) merencanakan produksi batubara sebesar 25,54 juta ton untuk 2018. Target ini naik 5 persen dari realisasi tahun sebelumnya sebesar 24,25 juta ton.

Untuk mendukung aksi korporasi di tahun 2018, perseroan menganggarkan investasi sebesar Rp 6,55 triliun yang terdiri dari Rp 1,43 triliun untuk investasi rutin dan sisanya Rp 5,12 triliun untuk investasi pengembangan.

Direktur Utama PT Bukit Asam, Arviyan Arifin, mengharapkan peningkatan produksi tersebut bakal didukung oleh peningkatan kapasitas angkutan oleh PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). "Karena kita keterbatasan logistik. Kita lagi kaji. Kita lihat KAI, bisa tidak dia tingkatkan kapasitasnya. Kalau bisa, kita tambah. Kita kan kendala selama ini di logistik kereta api saja," ungkapnya saat ditemui, di Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Senin (23/7).

Sejauh ini, kata dia, PT Kereta Api Indonesia telah menyatakan komitmennya akan mengangkut batubara PTBA dari lokasi tambang Tanjung Enim sebesar 23,10 juta ton. Rencana angkutan tersebut meningkat 8 persen jika dibandingkan realisasi tahun 2017, yaitu sebesar 21,36 juta ton.

"Dengan porsi sebesar 19,40 juta ton menuju Pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung dan 3,70 juta ton menuju Dermaga Kertapati, di Palembang," kata dia.

Arifin pun menyampaikan untuk tahun 2018, perseroan menargetkan untuk meningkatkan volume penjualan menjadi sebesar 25,88 juta ton dengan komposisi 53 persen atau 13,74 juta ton untuk pasar domestik dan 47 persen atau 12,15 juta ton untuk pasar ekspor.

Secara total, target penjualan tahun 2018 meningkat sebesar 2,25 juta ton atau 10 persen dibandingkan realisasi tahun 2017 sebesar 23,63 juta ton. "Peningkatan target ditopang oleh rencana penjualan ekspor untuk batubara medium to high calorie ke premium market. Selain itu, demand batubara juga menunjukkan growth yang positif khususnya di wilayah ASEAN, di mana pada wilayah ini akan beroperasinya sejumlah PLTU baru," imbuhnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP