Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2017, pemerintah asumsi ekonomi RI bisa tumbuh hingga 5,9 persen

2017, pemerintah asumsi ekonomi RI bisa tumbuh hingga 5,9 persen bambang brodjonegoro. ©tpidsulut.org

Merdeka.com - Pemerintah mengasumsikan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,5 persen hingga 5,9 persen pada draf Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2017. Asumsi makro lainnya, seperti inflasi dikisaran tiga persen hingga lima persen.

"Kurs atau nilai tukar berada di kisaran Rp 13.650 sampai Rp 13.900 per USD. Harga minyak berada di kisaran USD 35 per barel hingga US D45 per barel," ‎kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, saat Konferensi Pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (28/4).

‎Dia melanjutkan, lifting minyak di kisaran 740 ribu barel per hari (bph) sampai 760 bph. Sementara lifting gas berada di kisaran satu juta sampai 1,1 juta bph setara minyak.

"Sedangkan untuk penerimaan, kami akan konservatif dengan hanya memperkirakan penerimaan perpajakan naik tidak lebih dari Rp 30 triliun di 2017 dibandingkan perkiraan penerimaan di 2016," ujarnya.

Adapun Penerimaan Negara Bukan Pajak dinilainya masih terpengaruh rendahnya harga migas.

"Perkiraan belanja kementerian dan lembaga di 2017 akan lebih rendah dari transfer ke daerah dan dana desa," ungkapnya.

Berdasarkan amanat UU Nomor 17 Tahun 2003, pemerintah harus menyampaikan Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal serta rencana kerja pemerintah 2017 pada 20 Mei mendatang.

"Beberapa arah kebijakan fiskal untuk 2017 intinya tetap mengarah pada defisit anggaran. Karena kami ingin kebijakan fiskalnya ekspansif, terutama untuk memberikan stimulus bagi perekonomian."

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP