2017, Menteri Susi tambah 3 lokasi karantina ikan di perbatasan
Merdeka.com - Tahun ini, Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) akan memprioritaskan peningkatan layanan dan pengawasan di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) pada 30 lokasi dari 41 pos lintas batas negara (PLBN) dan Garda Batas sesuai Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).
"Dari 41 PLBN BKIPM telah hadir di 27 lokasi dan kita targetkan menambah tiga lokasi jadi di 2017 totalnya menjadi 30 lokasi," ujar Kepala BKIPM, Rina, di Gedung KKP, Jakarta, Rabu (11/1).
Dia mengatakan pihaknya bekerja sama dengan kementerian dan lembaga untuk penanganan pelanggaran dan penegakan hukum bidang perkarantinaan dan mutu hasil perikanan di daerah perbatasan. "Perbatasan pekerja kita memang bertaruh untuk menanggulangi itu kita sudah mengadakan rapat koordinasi bersama Bea Cukai, Bareskim, Pelindo, Kemendag untuk bersama-sama menyelesaikan ini," katanya.
Selain itu, yang menjadi prioritas BKIPM akan mengimplementasikan single sertifikat karantina dan mutu hasil perikanan berbasis elektronik sertifikat, di mana nanti semua akan terhubung melalui jaringan internet.
"Sementara itu untuk pemetaan sebaran Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK) dan jenis ikan yang dilindungi di 220 Iokasi kabupaten serta penjaminan produk perikanan ekspor pada 32 negara mitra yakni Jepang, Korea, Uni Eropa dan masih banyak lagi," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya