2017, Ekonomi RI diprediksi turun 0,72 persen akibat krisis China
Merdeka.com - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan kebijakan pengetatan kredit pada ekonomi China akan berdampak pada turunnya perekonomian China. Hal ini akan berdampak pada turunnya pertumbuhan ekonomi dunia.
Melihat hal tersebut, dia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat 0,03 persentase poin (pp) terhadap produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2016. Sementara, pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2017 diperkirakan turun 0,72 persen terhadap PDB.
"Ini dikarenakan pemerintah China akan melonggarkan target pertumbuhan ekonominya dan mengendalikan kredit, sehingga laju investasi akan tertahan. Upaya tersebut dilakukan agar China tidak mengalami hard landing pada perekonomiannya," kata Bambang di kantornya, Kamis (8/12).
Dia menambahkan, investasi yang melambat menyebabkan permintaan domestik menurun, disertai penurunan pendapatan yang berpengaruh pada penurunan konsumsi rumah tangga. Aktivitas ekspor impor juga melambat seiring dengan besarnya dampak penurunan pertumbuhan ekonomi China terhadap perekonomian dan perdagangan global.
Bappenas mencatat, konsumsi rumah tangga akan menurun 0,04 persen di tahun 2016, dan menurun 0,68 persen di tahun 2016. Sementara konsumsi pemerintah akan sesuai dengan target di tahun 2016, namun diperkirakan akan menurun 0,09 persen di tahun 2017.
Untuk investasi, diperkirakan akan menurun sebesar 0,03 persen di tahun 2016, dan menurun sebesar 1,02 persen di tahun 2017. Ekspor diperkirakan menurun sebesar 0,02 persen di tahun 2016, dan menurun sebesar 0,71 di tahun 2017.
"Untuk impornya juga diperkirakan menurun sebesar 0,03 persen di tahun 2015, dan menurun sebesar 0,76 persen terhadap PDB di tahun 2017," imbuh Bambang.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya