2016, SMF target pembiayaan perumahan capai Rp 6,1 triliun
Merdeka.com - PT Sarana Multigriya Finansial atau SMF (Persero) menargetkan penyaluran pembiayaan sekunder perumahan sebesar Rp 6,1 triliun tahun ini. Itu terdiri dari sekuritisasi aset sebesar Rp2 triliun, dan penyaluran pinjaman Rp 4,1 triliun.
"Sementara untuk penerbitan surat utang diproyeksikan mencapai Rp2,2 triliun," ucap Direktur Utama SMF Raharjo Adisusanto, Jakarta, Kamis (28/1).
Raharjo melanjutkan, pihaknya berupaya meningkatkan penyaluran pinjaman pada perbankan syariah dan daerah. Selain itu, Perusahaan pelat merah di bawah kontrol Kementerian Keuangan juga ingin meningkatkan edukasi kepada perbankan untuk melakukan sekuritisasi melalui instrumen Efek Beragun Aset-Surat Partisipasi (EBA-SP).
Dengan instrumen itu, perbankan dapat mengurangi risiko kredit pemilikan rumah. Sebab, perbankan bisa memperoleh likuiditas untuk disalurkan kembali ke masyarakat.
Selain Itu debitur yang tagihannya disekuritisasi mendapatkan pembiayaan jangka panjang dari pasar modal.
Terkait itu, SMF meneken nota kesepahaman peningkatan penyaluran Kredit dengan empat bank daerah. Yaitu, BPD Bali, Bank Riau Kepri, Bank Sulselbar, dan Bank NTT.
"Sebelumnya, SMF melakukan penandatangan kesepakatan bersama dengan Kementenan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), mengenai Peningkatan Kapasitas Penyaluran Kredit Pemilikian Rumah (KPR) dan Sumber Pembiayaannya untuk Bank Pembangunan Daerah (BPD)," kata Raharjo.
Pada 2015, SMF telah menyalurkan pembiayaan kepada empat bank daerah. yaitu Bank Jateng, Bank Sumut, BPD DIY, dan Bank Kalbar.
Pada periode sama, SMF telah menerbitkan surat utang sebesar Rp 1,57 triliun yang terbagi dalam tiga tahap. Penerbitan pertama sebesar Rp 500, kedua Rp 427 miliar, dan terakhir Rp 600 miliar.
Hingga akhir 2015, outstanding atau total surat utang SMF mencapai Rp 4,78 triliun. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya