Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2016, setengah Premium di Tanah Air berasal dari impor

2016, setengah Premium di Tanah Air berasal dari impor Premium. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pertamina mencatat, tahun lalu, Indonesia masih bergantung erat pada impor bahan bakar minyak (BBM) khususnya jenis Premium. Per November 2016, impor Premium RI sebesar 67,873 juta barel atau 54 persen dari total permintaan yakni 122,172 juta barel.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengungkapkan, meski tinggi, namun prosentase dan volume impor Premium terus menurun dalam 3 tahun terakhir. Di mana prosentase impor Premium pada 2014 sebesar 62 persen dan 2015 yakni 60 persen.

"Kita terus meningkatkan kemampuan produksi kilang agar produksi dalam negeri meningkat," ujarnya saat ditemui di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (17/1).

Selain Premium, per November 2016, impor BBM jenis avtur juga tercatat cukup tinggi yakni sebesar 23 persen dari total kebutuhan 25,342 juta barel. Impor terkecil terjadi pada jenis Solar yakni hanya satu persen.

Wianda menambahkan Pertamina berkomitmen untuk mewujudkan swasembada BBM pada 2023. Maka dari itu, Pertamina telah menyiapkan rencana investasi sebesar USD 112 miliar hingga 2025.

"Di mana porsi terbesar ialah untuk pembiayaan sektor hulu yakni USD 54 miliar," jelasnya.

Dia mengungkapkan, Pertamina juga terus berusaha mempercepat pembangunan kilangnya. Seperti peningkatan kapasitas kilang Cilacap yang diproyeksi lebih cepat satu tahun di 2021.

"Kemarin sudah dapat komitmen dari CEO Saudi Aramco."

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP