2016, OJK target program Laku Pandai raup dana Rp 2,6 triliun
Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan dana terhimpun dari program Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) pada 2016 bisa mencapai Rp 2,6 triliun. Angka ini meningkat dari pencapaian 2015 sebesar Rp 67,6 miliar.
Kepala Departemen Pengawasan Bank 3 OJK, Teguh Supangkat, mengatakan target ini seiring bertambahnya jumlah bank umum yang merencanakan untuk berpartisipasi dalam program Laku Pandai dalam Rencana Bisnis Bank Umum (RBB) 2016, dari 17 bank umum di RBB 2015 menjadi 27 bank umum.
"Kami menargetkan jumlah agen mencapai 167.524 agen dari 60.805 agen pada 2015. Dengan meningkatnya agen maka perkiraan nominal tabungan berkarakteristik BSA (Basic Saving Account) mencapai Rp 2,6 triliun," kata Teguh di Bumbu Desa Cikini, Jakarta, Selasa (22/3).
Dia menilai, untuk mencapai target tersebut, perlu adanya infrastruktur yang memadai. Salah satunya dengan mengembangkan dan memaksimalkan perangkat dan sistem informasi yang memadai, sehingga kemampuan bank untuk memastikan transaksi diproses secara real time bisa meningkat.
"Untuk bisa suatu bank melaksanakan laku pandai, memang perlu infrastruktur yang memadai, salah satunya sistem informasi yang memadai, seperti software, hardware, ini minimal harus dipenuhi untuk menunjang kegiatan laku pandai," imbuhnya.
Selain itu, dukungan dan kerjasama dengan instansi terkait juga sangat diperlukan agar target bisa tercapai. Hal ini berguna untuk mengembangkan Laku Pandai hingga ke daerah-daerah melalui prinsip financial inclusion.
"Kita ingin, layanan perbankan bisa mencapai lapisan masyarakat di daerah. Kita dari OJK pun juga berkomitmen untuk menciptakan keuangan inklusif hingga ke desa-desa," pungkas Teguh.
OJK mencatat, hingga akhir Desember 2015, sudah ada 7 bank umum yang sudah merealisasikan program Laku Pandai. Diantaranya kelompok BUKU 4, yaitu BRI, Bank Mandiri, BTPN, dan BCA.
Teguh menjelaskan, dari ketujuh bank tersebut, jumlah agen Laku Pandai pada triwulan IV-2015 mencapai 60.805 agen, baik perorangan dan outlet badan hukum. "Jumlah dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 67,6 miliar. Bahkan nasabah yang dikumpulkan dari agen-agen Laku Pandai juga mencapai 1.216.952 nasabah," imbuhnya.
Agen-agen tersebut mayoritas masih tersebar di wilayah Pulau Jawa, yakni sebesar 76 persen. Untuk wilayah Sumatera sebesar 12 persen, Sulawesi sebesar 5 persen, Kalimantan sebesar 3 persen. Sedangkan, 4 persen sisanya untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Bali.
"Seluruh Bank BUKU 4 telah merealisasikan program Laku Pandai, meski beberapa bank masih bersifat pilot project," jelas Teguh.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya