Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2 Tahun Jokowi-JK diklaim sukses realisasikan proyek lama mangkrak

2 Tahun Jokowi-JK diklaim sukses realisasikan proyek lama mangkrak Bambang Brodjonegoro. ©AFP PHOTO

Merdeka.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengklaim, selama dua tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK), telah berhasil merealisasikan proyek-proyek infrastruktur yang lama mangkrak. Proyek itu mulai dari Palapa Ring sampai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Batang yang nilainya cukup fantastis mencapai triliunan Rupiah.

Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan, proyek infrastruktur yang berhasil direalisasikan pemerintah menggunakan mekanisme kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) atau public private partnership (PPP). Total nilai sejumlah proyek ini sebesar Rp 63,86 triliun.

"Ini salah satu capaian penting yang sudah dilakukan oleh pemerintahan sekarang. Kita tahu wacana ini atau mekanisme ini sudah mekanisme lama dan dibahas di sebelumnya. Tapi tidak pernah menjadi proyek konkret," ujar Menteri Bambang di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/10).

Menteri Bambang merinci, beberapa proyek mangkrak dan berhasil dikerjakan pemerintah yakni proyek pembangunan jaringan serat optik nasional (fiber optic) Palapa Ring baik untuk paket Barat, Tengah dan Timur dengan skema KPBU. Nilai proyek itu antara lain Rp 1,28 triliun untuk paket Barat, Rp 1,38 triliun untuk paket Tengah, dan Rp 5,10 triliun untuk paket Timur.

"Dan ini tentunya sangat berguna untuk mengoneksikan jaringan telekomunikasi seluruh Indonesia," jelas Bambang.

Selain itu, ada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, Jawa Tengah yang mangkrak hampir 10 tahun lamanya. Proyek berkapasitas 2X1.000 megawatt (MW) ini sudah financial closing pada Juni 2016. "Nilai proyeknya cukup besar Rp 54 triliun dan sekarang sudah berjalan," ungkapnya.

Selanjutnya, proyek penyediaan air minum SPAM Umbulan. Proyek yang berada di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut sudah digagas sejak 1970-an, namun baru tahun ini terealisasi.

Proyek ini juga mendapatkan dana talangan dari pemerintah (viability gap fund) sebesar Rp 818 miliar, dan dimenangkan oleh PT Meta Aditirta Umbulan. Nilai proyek ini sendiri mencapai Rp 2,10 triliun.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP