16 Mahasiswa Astra raih sertifikasi dari Jerman
Merdeka.com - Menteri Ekonomi dan Energi Jerman Peter Altmaier bersama dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan ke Kantor PT Astra International Tbk di Sunter, Jakarta. Kunjungan ini sebagai tindak lanjut kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Jerman di bidang pendidikan vokasi.
Kedua Menteri tersebut berkesempatan menengok program pendidikan binaan Astra International yakni Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra). Keduanya juga menyaksikan langsung Workshop Robotics, Automotive and Mechanics yang merupakan hasil kerjasama antara Indonesia dan Jerman melalui Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (EKONID).
Presiden Direktur PT Asrta Internasional Tbk, Prijono Sugiarto mengungkapkan, hubungan antara Jerman dengan Indonesia terjalin kuat dan positif diberbagai sektor. Menurutnya hubungan Astra, tidak hanya urusan perdagangan dan bisnis, namun dapat belajar banyak juga dari program pendidikan vokasi di Jerman.
"Tentu kita dapat berkolaborasi untuk mendidik anak bangsa yang berdaya saing tinggi," kata Prijono di Kantornya, Jakarta, Kamis (1/11).
Prijono menyebut, saat ini Polman Astra berhasil membina dua instruktur yang meraih sertifikasi Mesiter dari Jerman pada 2017 lalu. Pada tahun ini, sebanyak 16 mahasiswa Polman Astra juga berhasil meraih sertifikasi Deutscher Industrie und Handelskammerteg (DIHK) atau Asosiasi Kamar Dagang dan Industri Jerman dalam bidang Otomotif Mekatronik sebagai hasil kerjasama dengan AHK-EKONID.
"Mudah mudahan saja 16 (mahasiswa) ini selain diberikan sertifikasi mereka juga diberikan kesempatan bekerja di Jerman. Tadi dikatakan oleh Menteri Ekonomi dan Energi Jerman, bahwa mereka sedang menggodok aturan undang-undang mengizinkan supaya mereka-mereka bekerja di Jerman," ungkapnya.
Prijono menambahkan, untuk saat ini dalam bidang vokasi pihaknya memang masih berfokus pada Jerman. Mengingat Jerman sendiri masih menjadi salah satu rujukan dalam pendidikan vokasi terbaik di dunia.
"Sementara kami masih menengok ke Jerman. Kembali Jerman adalah pionir untuk vokasional training mereka sangat kuat ekonominya," imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapan bahwa dalam mengembangkan sistem pendidikan kejuruan, Polman Astra sendiri telah melaksanakan dua proyek yang mengadaptasi Sistem Pendidikan Ganda Jerman. Pertama melalui program persiapan meister melalui kerja sama dengan Program Alfons Kern Schule (AKS) dan EKONIND dan D3 serta yang lulusannya disertifikasi oleh Kamar Jerman dari Perdagangan (DIHK). Kedua melalui sistem pendidikannya menyesuaikan standar program Berufschule di Jerman.
"Kalau Polman Astra ini salah satu contoh yang sudah menggunakan kurikulum daripada Jerman dan ini kerjasama yang pertama meluluskan 16 lulusan yang sertifikasi dari DIHK yang bisa langsung bekerja setara dengan Jerman jadi ini diapresiasi," sebut Airlangga.
Dengan demikian, dia berharap melalui kegiatan ini Astra International dapat memberikan kerjasama yang lebih baik dengan Sekolah Kejuruan Tinggi Jerman. Sehingga ke depannya akan membawa hasil positif bagi Indonesia dan Jerman.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya