'114 Juta Lapangan Kerja di Seluruh Dunia Hilang Sejak Pandemi Covid-19 Melanda'
Merdeka.com - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin mengungkapkan terdapat 114 juta lapangan kerja di seluruh dunia hilang sejak pandemi Covid-19. Hal itu merujuk data yang diterbitkan (International Labour Organization/ILO) pada 2021.
"Berdasarkan laporan Organisasi Perburuhan Internasional atau ILO tahun 2021, sejumlah 114 juta lapangan kerja di seluruh dunia hilang sejak pandemi melanda, padahal sebelumnya diprediksi akan tercipta 30 juta lapangan kerja baru pada tahun 2020," katanya saat menjadi keynote speaker dalam acara Forum Ekonomi Merdeka (FEM), Senin (28/2).
Wapres Ma'ruf pun tidak menampik hal itu juga terjadi di Indonesia. Bukan kali pertama, kata Wapres Ma'ruf, perekonomian Tanah Air terpukul walaupun dengan sebab berbeda.
"Namun dari pengalaman melewati krisis di masa lalu, bangsa ini menunjukkan bahwa kita mampu bangkit, bahkan menjadi lebih kuat pasca tempaan krisis," bebernya.
Wapres Ma'ruf pun mengajak seluruh pihak untuk merenungkan kalau pandemi telah memaksa perubahan di banyak aspek kehidupan. Sebagai individu dia berharap seluruh pihak mampu menyesuaikan diri.
"Inilah saatnya kita meningkatkan kompetensi, memperkuat hard skills dan soft skills sehingga kita menjadi manusia yang berdaya dan mampu melewati tantangan masa depan," pungkasnya.
Jokowi Ungkap Angka Pengangguran Global Bisa Capai 207 Juta pada 2022
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPresiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan angka pengangguran global bisa mencapai 207 juta pada tahun ini. Data tersebut merujuk pada proyeksi yang diterbitkan (International Labour Organization/ILO).
"Proyeksi ILO tingkat pengangguran global bisa mencapai 207 juta orang pada 2022, atau 21 juta orang lebih banyak dari 2019," kata Jokowi saat memberikan pengarahan dalam ILO Global Forum secara virtual, Rabu (23/2).
Jokowi pun mengapresiasi pelaksanaan pertemuan tersebut. Sehingga bisa memunculkan solusi untuk tantangan berat di sektor ketenagakerjaan di tengah pandemi Covid-19.
"Saya mengapresiasi pelaksanaan pertemuan ini, untuk mencari solusi bagi tantangan berat sektor ketenagakerjaan di tengah pandemi," bebernya.
Kepala Negara mengatakan untuk mengantisipasi hal itu, perlu keseriusan untuk menjalankan global call to action for a human-centred recovery. Salah satunya yaitu memperkuat daya saing pekerja dalam menghadapi tantangan dunia pada masa mendatang.
"Reskilling dan upskilling harus terus menerus kita lakukan, baik oleh pemerintah maupun swasta," bebernya.
Tidak hanya itu, pendidikan literasi digital harus jadi prioritas. Sehingga pekerja bisa bertahan di tengah gelombang transformasi digital. Jokowi juga memamerkan Indonesia telah meluncurkan kartu pra kerja bagi para pencari kerja, maupun yang putus kerja.
"Untuk peroleh keterampilan baru, atau buka potensi wirausaha Mari kita bekerja sama wujudkan dunia kerja yang lebih inklusif tangguh dan berkelanjutan, recover together recover stronger," pungkasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya