Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Video Guru Honorer Menangis Adukan Nasib di Hadapan Anggota DPR: Lihat Kami Pak

Video Guru Honorer Menangis Adukan Nasib di Hadapan Anggota DPR: Lihat Kami Pak Curhatan Guru Honorer. Instagram/@insta_julid ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang guru honorer bernama Lina Kurniati mendadak jadi sorotan setelah ia berkesempatan mencurahkan aspirasinya di hadapan para anggota Komisi X DPR RI.

Sambil menahan tangisnya, guru honorer asal Kabupaten Garut, Jawa Barat itu mengadukan nasibnya di hadapan para anggota dewan dalam acara Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU).

Guru honorer yang sudah mengabdi hampir 20 tahun ini menuturkan, dirinya merasa terharu akhirnya bisa mewakili seluruh honorer di Tanah Air untuk menyalurkan keluh kesahnya. Simak ulasannya:

Curhatan Guru Honorer

Cuplikan video yang merekam momen saat Lina Kurniati tengah berbicara di hadapan para anggota DPR, sempat ramai beredar di media sosial. Ketua Forum Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Nonkategori usia 35 tahun ke atas (GTKHNK35+) itu mengatakan, dirinya sangat bahagia akhirnya bisa menyampaikan keluh kesahnya di hadapan anggota dewan untuk mewakili seluruh guru honorer.

"Saya Lina Kurniati, S.Pd, bukan sarjana pemberi dosen tapi benar-benar sarjana yang qualified di bidang pendidikan, Insya Allah, karena terbukti murid-murid saya selama mengajar hampir 20 tahun sudah banyak yang menjadi pengabdi-pengabdi di Ibu Pertiwi," ujar Lina dikutip dari Instagram @insta_julid.

"Bangga saya bisa duduk di sini memangku amanah yang sangat besar, banyak yang ingin saya sampaikan, sampai-sampai emosi saya tidak tertahan," tambahnya.

Curhat Guru Honorer Sampai Menangis

curhatan guru honorer

Instagram/@insta_julid ©2021 Merdeka.com

Dalam kesempatan tersebut, Lina bahkan sampai tak kuasa menahan kesedihannya. Sambil menangis, guru yang sudah mengabdi hampir 20 tahun itu merasa bahwa selama ini guru honorer di Indonesia masih diperlakukan seperti objek oleh pemerintah. "Kami itu jantungnya negeri. Saya yakin dengan adanya RDPU ini, semua pemangku kebijakan yang ada di negeri ini mendengar kalau kami objek tertindas," kata Lina."Sudah jelas, di dapodik kami ada. Tinggal diangkat. Sudah jelas dedikasi kami, tinggal diberi SK," ungkapnya.

Keinginan Guru Honorer

Menurut Lina, ia dan rekan-rekan guru honorer se-Indonesia tak pernah meminta gaji yang muluk-muluk. Namun, mereka hanya meminta pengakuan dengan menerima penghidupan yang layak. Sebab, selama ini banyak guru-guru honorer yang tidak mendapatkan gaji layak setiap bulannya. "Kami tidak meminta gaji spektakuler, tapi kami ingin diakui. Pak Jokowi, lihat kami," kata Lina dengan suara bergetar.

curhatan guru honorer

Instagram/@insta_julid ©2021 Merdeka.com

Ia berharap, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan segera merealisasikan pernyataan Mendikbud Nadiem Makarim terkait dana penggajian guru PPPK. Agar kedepannya, tidak ada lagi guru honorer yang digaji dengan uang sebesar Rp150-450 ribu setiap bulan.

(mdk/khu)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP