Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Selesai Pendidikan Lemhannas, Kolonel TNI Pecah Bintang Saat Menyendiri di Gunung

Selesai Pendidikan Lemhannas, Kolonel TNI Pecah Bintang Saat Menyendiri di Gunung Kolonel TNI Pecah Bintang Saat Menyendiri di Gunung. Kanal YouTube TNI AD ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Tatang Subarna memiliki kisah menarik saat masih berpangkat kolonel. Tatang pernah memilih berbulan-bulan berada di gunung

Seusai menamatkan pendidikan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Tatang melakukan tirakat. Memanjatkan doa kepada Sang Pencipta.

Sesuai janjinya, Tatang akan pulang ke rumah jika pecah bintang. Yang ditunggu-tunggu pun datang. Tatang langsung menemui ibunya dan bersimpuh seraya bersyukur.

Berikut ulasan kisah selengkapnya.

Menganggur di TNI dan Menyendiri di Gunung

Sebelumnya, Brigjen Tatang Subarna mengemban tugas di Staf Personel Angkatan Darat (Spersad) selama dua tahun. Kemudian ia menerima kesempatan untuk mengikuti Lemhanas.

kolonel tni pecah bintang saat menyendiri di gunung

Kanal YouTube TNI AD ©2021 Merdeka.com

Seusai menamatkan pendidikan tersebut, Tatang pun sempat menganggur dan memutuskan untuk menyendiri di gunung.

"Begitu setelah selesai, saya Lemhanas. Saya bilang, mau kemana ini, nganggur ini kan. Akhirnya saya memutuskan untuk menyendiri di gunung," kata Tatang, seperti dikutip dari kanal YouTube TNI AD.

Minta Izin untuk Tirakat Sampai Dapat Jabatan

kolonel tni pecah bintang saat menyendiri di gunung

Kanal YouTube TNI AD ©2021 Merdeka.com

Kala itu Tatang meminta izin keluarga untuk tirakat di gunung. Mendekatkan diri kepada Tuhan hingga waktu pengumuman serah jabatan diturunkan.

"Dengan terlebih dahulu saya katakan ke ibu dan anak-anak. Ibu, abang, non, mulai saat ini ayah akan tirakat, berdoa, berikhtiar di atas (gunung). Sampai dengan skep jabatan dan pangkat ayah keluar. Kan tidak tahu kita," ujarnya tertawa.

Semangat Berdoa Berbulan-Bulan

kolonel tni pecah bintang saat menyendiri di gunung

Kanal YouTube TNI AD ©2021 Merdeka.com

Selama sekian bulan Tatang habiskan waktu untuk beribadah. Semangatnya begitu luar biasa, tangannya menengadahkan memohon kepada Tuhan. Pantang pulang sesuai janjinya.

"Bulan pertama, masih semangat mas. Bulan kedua masih semangat, itu berdoa masih, tangan itu masih luar biasa. Begitu bulan ketiga keempat mulai agak turun. Dan saya enggak pulang, sesuai harus konsisten," ungkap Tatang.

Kabar Gembira Langsung Bersimbuh

Kabar gembira pun akhirnya datang juga. Tepat di hari Jumat adiknya yang bekerja di Mabes TNI segera menghubungi Tatang.

Seketika itu ia pulang berteriak dan bersimpuh pada ibundanya. Seraya bersyukur atas berkah dan jawaban Tuhan.

"Begitu hari Jumat, informasi yang berkembang sidang sudah selesai. Adik saya yang di Mabes TNI ngasih kabar. 'Bang, abang ada'. Saya teriak di situ langsung cari ibu saya. Jadi sekian bulan saya di atas dengan ibu. Ma, jenderalnya bintangnya turun. Saya sungkem di pangkuan ibu," papar Tatang.

Cinta Keluarga jadi Penyemangat dan Doa Terbaik

Segera Tatang menghubungi anaknya untuk menjemput di gunung. Ia memutuskan pulang sesuai janji, jika kabar jabatan barunya turun.

"Saya baru telepon anak, jemput ayah sekarang. Kan sudah sesuai dengan janji. Begitu bintang turun, skep jabatan turun pulang saat itu juga. Anak-anak teriak kaya kesetanan, 'terima kasih'," cerita Tatang.

kolonel tni pecah bintang saat menyendiri di gunung

Kanal YouTube TNI AD ©2021 Merdeka.com

Di balik perjuangan Tatang, ia mengaku itu semua berkat peran keluarga.

"Dari perjuangan itu semua, yang paling saya garis bawahi. Saya bisa begini, karena keluarga," pungkasnya.

Selamat, Jenderal!

(mdk/kur)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP