Penyebab Lumpur Lapindo Menurut Para Ahli, Dampaknya bagi Lingkungan & Masyarakat
Merdeka.com - Salah satu bencana alam di Indonesia yang dari tahun 2006 sampai sekarang belum menemukan jawabannya adalah lumpur lapindo. Hal tersebut karena penyebab dari adanya lumpur Lapindo ini sampai saat ini masih dalam perdebatan dan belum menemukan hasil yang final.
Oleh karena itu penyebab lumpur Lapindo menurut para ahli saat ini menjadi topik yang menarik untuk ditelisik lebih jauh. Salah satu pandangan mengatakan bahwa sebab dari adanya lumpur Lapindo ini karena bencana alam berkekuatan 6,2 skala richter yang terjadi 3 hari sebelumnya di Bantul.
Melansir dari berbagai sumber, berikut ini merdeka.com merangkum informasi tentang penyebab lumpur Lapindo menurut para ahli dan dampaknya bagi lingkungan dan masyarakat.
Penyebab Lumpur Lapindo Menurut Para Ahli
Mengutip dari laman liputan6, terdapat banyak teori tentang kemunculan lumpur Lapindo. Para ahli mengidentifikasi bahwa lumpur Lapindo ini terjadi disebabkan oleh bentuk hasil proses struktural gunung api lumpur (mud volcano).
Mud volcano merupakan bentukan ekstrusif erupsi lumpur dengan kandungan air dan gas metan yang tinggi. Selain itu, menurut Milkov, mud diapirs, dan mud volcano terbentuk pada cekungan elional yang dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini:
1. Tingginya aktivitas tektonik (tekanan struktur geologi dan kegempaan)
2. Sedimen muda dan tebal yang terdeposisi secara cepat,
3. Sedimen memiliki kandungan air yang relatif tinggi,
4. Adanya lapisan plastis di bawah permukaan,
5. Adanya tekanan fluida dan sedimen yang tidak terkompaksi sempurna,
6. Tingginya potensi gas dan hidrokarbon,
7. Tingginya gradien geotermal.
Penjelasan di atas merupakan faktor yang mempengaruhi terjadinya lumpur Lapindo yang terjadi di Porong Sidoarjo, Jawa Timur. Secara umum, ada dua pandangan terkait penyebab terjadinya lumpur Lapindo:
Pertama; penyebab lumpur Lapindo menurut para ahli adalah akibat dari kesalahan dalam pengeboran. Kedua; penyebab lumpur Lapindo adalah karena faktor bencana alam yang tidak bisa diprediksi kapan datangnya.
1. Kesalahan Pengeboran

YouTube Cak Son Jalan-Jalan ©2021 Merdeka.com
Penyebab lumpur Lapindo menurut para ahli yang menyatakan tentang kesalahan pengeboran diungkapkan oleh Davies dkk. Ia berpendapat bahwa semburan lumpur lapindo di Sidoarjo disebabkan oleh kesalahan teknis dalam mengebor.
Hal tersebut ditunjukkan oleh Rojaba, yang juga mengatakan bahwa PT. Lapindo Brantas melakukan pengeboran sumur selama 3 bulan dan mencapai kedalaman 10.300 kaki. Pada kedalaman 9.297 kaki, terjadilah ledakan lumpur yang pertama kalinya.
Dikatakan bahwa rencana pengeboran dilakukan dengan target formasi Kujung, ternyata di lokasi tempat pengeboran tidak dilakukan formasi Kujung. Selain itu, ketika pengeboran dilakukan, lubang sumur tidak dipasangi casing, sehingga fluida yang mendapat tekanan naik ke atas mengakibatkan semburan lumpur.
Terlebih fluida ini berusaha mencari jalan lain untuk keluar karena pada lubang sumur sudah ditutup. Semburan fluida tersebut kemudian keluar dari beberapa tempat di area sekitar sumur seperti sawah dan rawa.
2. Faktor Bencana Alam

©2016 Merdeka.com/Masfiatur Rochma
Penyebab lumpur Lapindo menurut para ahli kedua adalah faktor bencana alam. Hal ini diwakili oleh Mazzini dkk. Ia mengatakan bahwa semburan lumpur Lapindo merupakan salah satu bentuk bencana alam yang dipengaruhi oleh gempa bumi berkekuatan 6,2 skala richter yang terjadi 2 hari sebelumnya di bantul.
Relation and security manager PT Lapindo Brantas, Budi Susanto mengatakan bahwa semburan lumpur disebabkan oleh faktor gempa yang terjadi sebelumnya di bantul. Ia mengatakan bahwa sebelum terjadi semburan lumpur, telah terjadi gempa bumi yang getarannya sampai di Sidoarjo.
Dampak Lumpur Lapindo

©2015 REUTERS/Beawiharta
Adanya semburan lumpur dalam skala besar di Sidoarjo ini menimbulkan dampak yang tidak bisa dianggap remeh. Terdapat sekitar 16 desa di 3 kecamatan tergenang oleh lumpur. Selain itu 30 pabrik yang terkena dampak genangan lumpur Lapindo ini juga harus menghentikan aktivitasnya.
Hal itu tentu berakibat pada ribuan tenaga kerja yang harus kehilangan sumber mata pencahariannya. Selain itu, pemukiman warga juga terendam oleh lumpur Lapindo. Tercatat sekitar 1.810 rumah warga terdampak semburan lumpur ini. Ditambah 2 bangunan kantor, 15 pabrik dan 15 masjid dan mushola juga terendam.
Dampak yang ditimbulkan oleh semburan lumpur Lapindo itu tentu bukanlah dampak yang remeh. Semburan lumpur yang besar tersebut merusak sebagian besar rumah warga dan beberapa bangunan sehingga aktivitas masyarakat setempat menjadi lumpuh.
(mdk/mff)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya