Panduan Tepat Isolasi Mandiri bagi Ibu Hamil dan Menyusui
Merdeka.com - Isolasi mandiri diperlukan bagi mereka yang berpotensi menularkan Covid-19. Bagi ibu hamil, Covid-19 pun dapat sewaktu-waktu menjadi ancaman.
Saat terpapar Covid-19 dengan gejala ringan, maka mereka disarankan untuk segera melakukan isolasi mandiri. Lantas, seperti apa isolasi mandiri yang tepat bagi ibu hamil dan menyusui itu?
Simak ulasan selengkapnya berikut ini, melansir dari akun Instagram Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI.
Syarat Isolasi Mandiri
Covid-19 dapat mengincar siapa saja. Bagi ibu hamil, hal ini bisa saja terjadi.
Jika seorang ibu hamil divonis terpapar Covid-19, maka dapat dilakukan isolasi mandiri. Tentu saja, hal itu harus disertai rekomendasi dokter setelah mengalami gejala ringan.
Selain itu, ibu hamil dapat melakukan isolasi mandiri di rumah jika sama sekali tidak memiliki komorbid atau penyakit penyerta, tidak memiliki gangguan kesehatan pada kandungan serta memiliki usia kandungan di bawah 39 minggu.
Ibu MenyusuiTak hanya ibu hamil, ibu menyusui juga harus menaati sejumlah aturan untuk diperbolehkan melakukan isolasi mandiri. Saat isolasi mandiri pun ibu menyusui harus senantiasa taat dengan protokol kesehatan.
Ibu menyusui sebenarnya tetap dapat memberikan ASI eksklusif bagi bayi. Namun, jika memungkinkan, ibu dapat memberikan ASI perah untuk mengurangi risiko penularan.
Aktivitas FisikDi samping itu, ibu hamil dan menyusui juga harus rutin melakukan segala bentuk aktivitas fisik. Hal ini serta-merta dilakukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Sejumlah aktivitas fisik yang dapat dilakukan antara lain dengan rutin olahraga teratur, mengonsumsi makanan bergizi, menambahkan vitamin sesuai anjuran dokter, berjemur untuk mendapatkan vitamin D hingga menghindari faktor pemicu stres semaksimal mungkin.
(mdk/mta)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya