Mufti Agung Damaskus Wafat Mobilnya Dibom, Ini Kenangan Indahnya saat Ada Jakarta
Merdeka.com - Kabar duka tengah menyelimuti umat Islam Suriah. Salah satu ulama terkemuka yang menjabat sebagai Mufti Agung Damaskus, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni wafat, setelah mobil yang dikendarainya meledak akibat bom yang terpasang, pada Kamis (22/10) dini hari.
Almarhum terkenal akan pemikirannya yang moderat. Berbagai gagasan persatuan, kerap digaungkan dalam banyak kesempatan mengisi acara di Indonesia. Hingga Syekh Adnan memiliki kedekatan dengan sejumlah tokoh di Tanah Air, termasuk Gubernur DKI JakartaAnies Baswedan.
Ia terlihat sangat kehilangan sosok Syekh Adnan, yang akrab disapanya 'Allahyarham'. Melalui unggahan di laman Instagram, mengungkapkan duka mendalam. Sekaligus meminta doa dari seluruh pihak. Simak informasinya berikut ini.
Kabar Duka

Instagram @aniesbaswedan ©2020 Merdeka.com
Syekh Adnan wafat di kota Qudsaya, dekat Damaskus, pada Kamis malam. Almarhum merupakan salah satu cendekiawan Islam paling terkemuka di kawasan itu. Diketahui bahwa "alat peledak" telah ditanam di mobilnya.
Meski hingga saat ini belum ada kelompok teroris yang disalahkan atau bertanggung jawab atas pemboman itu.
Kabar ini disampaikan kembali oleh Anies Baswedan melalui akun pribadi Instagram-nya. Dia mengungkapkan duka yang begitu dalam.

Instagram @aniesbaswedan ©2020 Merdeka.com
"Pagi ini kabar duka itu datang. Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni berpulang ke Rahmatullah. Mufti Agung Damaskus itu wafat setelah luka parah akibat bom di mobilnya. Dini hari yang kelam di Damaskus. Duka mendalam bagi semua," tulis Anies Baswedan
Mengenang Kebersamaan di Jakarta

Instagram @aniesbaswedan ©2020 Merdeka.com
Selain itu, Anies kembali mengenang kebersamaan dengan Syekh Adnan. Melalui deretan potret indah tatkala Almarhum melakukan kunjungan ke Indonesia. Anies mengatakan dalam Islam, hari Jumat merupakan hari yang suci dan dimuliakan.
"Tahun lalu, Allahyarham menyempatkan silaturahmi ke Balaikota. Kita diskusi panjang soal-soal umat dan tantangan kemanusiaan dunia," tulisnya lagi.
"Jumat siang itu Almarhum pun jadi Khotib sholat Jumat di Balaikota. Hari Jumat pula, Ia pulang lebih dulu ke Rahmatullah," imbuhnya.
Memuji Kehebatan Syekh

Instagram @aniesbaswedan ©2020 Merdeka.com
Terlihat begitu hangat, Anies menyapa Syekh Adnan dengan panggilan 'Allahyarham'. Serta memuji kehebatannya dalam berpikir dan wawasan luas yang mengagumkan.
"Seorang alim yang amat bijak. Ilmunya dalam, cakrawala berpikirnya luar biasa luas dan pandangan-pandangannya meneduhkan. Pertemuan yang amat mengesankan," kenang Anies.
Anies Ajak Masyarakat Menunaikan Salat Ghaib

Instagram @aniesbaswedan ©2020 Merdeka.com
Menutup kabar duka kenangannya bersama Almarhum, Anies mengajak seluruh pihak untuk mendoakan dari jauh serta menunaikan salat Ghaib.

Instagram @aniesbaswedan ©2020 Merdeka.com
"Doakan Allahyarham syahid, dimuliakan di sisiNya. Dan, pada jamaah sholat Jumat dimanapun, mari kita tegakkan sholat ghaib utk Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni."
"InsyaAllah, siang ini, di hari Jumat yang penuh berkah ini, dari masjid di balaikota yang Ia pernah beri khotbah, yang Ia pernah sujud menempelkan keningnya, akan dikirimkan doa dan tegakan sholat ghaib untuknya. Alfatihah," tutup Anies.
(mdk/kur)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya