Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal 2 Sosok Wartawan Senior, Punya Anak Jenderal TNI Polri Berkarier Moncer

Mengenal 2 Sosok Wartawan Senior, Punya Anak Jenderal TNI Polri Berkarier Moncer Tito Karnavian dan ayahnya. ©2016 merdeka.com

Merdeka.com - Tidak selamanya anak mengikuti jejak sang ayah dalam berkarier. Seperti dua sosok wartawan senior Indonesia ini. Keduanya memiliki anak yang tidak menggeluti dunia yang sama dengan mereka.

Anak-anak mereka justru menjadi seorang Jenderal TNI Polri. Bahkan, putra keduanya memiliki karier yang moncer di institusi masing-masing. Lantas siapa sajakah dua sosok wartawan senior yang memiliki anak Jenderal TNI Polri berkarier moncer?

Melansir dari berbagai sumber, Minggu (12/3), simak ulasan informasinya berikut ini.

Achmad Saleh Ayah Tito Karnavian

kisah tito karnavian mantan kapolri tinggal di perkampungan kumuh

YouTube Sekretariat Kabinet RI ©2023 Merdeka.com

Achmad Saleh, merupakan mantan wartawan Radio Republik Indonesia (RRI). Dia ayah dari Jenderal polisi (Purn) Tito Karnavian. Perjalanan karier Tito di Korps Bhayangkara sangat sukses sehingga membuat bangga sang ayah.

"Saat dewasa, Tito sekolah di akademi kepolisian dan banyak dari rekan-rekannya bertanya apakah Tito ini Wong Palembang atau asli Jawa. Enggak ada yang salah dari pertanyaan ini. Tito memang lahir di Palembang, tapi kakeknya asli Surabaya, asli orang Jawa," ujar Saleh kala Tito menjadi calon tunggal Kapolri beberapa waktu lalu.

Asli Orang Jawa

Namun sebenarnya, informasi ini juga pernah diketahui ketika dia tengah napak tilas di Jawa Timur pada 30 Desember 2015 lalu. Napak tilas dilakukan untuk mencari jejak kerabat ayahnya sekaligus kakeknya Tito, Muhammad Saleh bin Mualim.Selain itu, Saleh juga ingin menunjukkan kepada anak-anaknya bahwa leluhurnya adalah orang asli Surabaya alias Arek Suroboyo.Pria berumur 77 tahun itu masih ingat betul bagaimana keluarganya bisa hijrah dari Surabaya. Medio 1930, kata Saleh, sang ayah meninggalkan rumahnya di Jalan Wonorejo Gg II, Pasar Kembang, Surabaya merantau ke Palembang.Di Palembang, kakeknya Tito itu ikut bekerja membangun Ledeng (sekarang Kantor Wali Kota Palembang). Kemudian pernah juga ikut membangun Jembatan Pasar Indralaya dan membangun terowongan kereta api Gunung Gajah jalur Palembang-Lahat.Selama merantau dan bekerja sebagai kuli, Muhammad Saleh bin Mualim menikah dengan Amisah binti Husin, nenek Tito Karnavian, dan dikaruniai tiga orang anak, salah satunya dirinya.Sedangkan dirinya, kemudian menikah dengan Kordiyah di Sumatera Selatan. Dari pernikahan ini, dia dikaruniai empat anak, yaitu Dian Natalisa, M Tito Karnavian, Iwan Dakota dan Viva Argentina.

Tito Karnavian

Jenderal Polisi (Purn) Muhammad Tito Karnavian adalah seorang politikus sekaligus tokoh kepolisian Indonesia. Tito kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Indonesia dalam Kabinet Indonesia Maju di bawah pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sejak 23 Oktober 2019.Sebagai Perwira Tinggi (Pati) Polri, Tito pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) ke-23. Tito dikenal sebagai sosok yang memiliki segudang prestasi dan karier yang moncer. Berikut adalah riwayat jabatan Jenderal polisi mantan Kapolri ini:

  • Pamapta Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1987)
  • Kanit Jatanras Reserse Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1987–1991)
  • Wakapolsek Metro Senen Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1991–1992)
  • Wakapolsek Metro Sawah Besar Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya
  • Sespri Kapolda Metro Jaya (1996)
  • Kapolsek Metro Cempaka Putih Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1996–1997)
  • Sespri Kapolri (1997–1999)
  • Kasat Serse Ekonomi Reserse Polda Metro Jaya (1999–2000)
  • Kasat Serse Umum Reserse Polda Metro Jaya (2000–2002)
  • Kasat Serse Tipiter Reserse Polda Sulsel (2002)
  • Koorsespri Kapolda Metro Jaya (2002–2003)
  • Kasat Serse Keamanan Negara Reserse Polda Metro Jaya (2003–2005)
  • Kaden 88 Anti Teror Polda Metro Jaya (2004–2005)
  • Kapolres Serang Polda Banten (2005)
  • Kasubden Bantuan Densus 88/AT Bareskrim Polri (2005)
  • Kasubden Penindak Densus 88/AT Bareskrim Polri (2006)
  • Kasubden Intelijen Densus 88/AT Bareskrim Polri (2006–2009)
  • Kadensus 88/AT Bareskrim Polri (2009–2010)
  • Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) (2011–21 Sept 2012)
  • Kapolda Papua (21 Sept 2012–16 Juli 2014)
  • Asrena Polri (16 Juli 2014–12 Juni 2015)
  • Kapolda Metro Jaya (12 Juni 2015–16 Maret 2016)
  • Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) (16 Maret 2016–13 Juli 2016)
  • Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (13 Juli 2016–22 Oktober 2019)
  • Menteri Dalam Negeri Kabinet Indonesia Maju (23 Oktober 2019–Sekarang)
  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ad interim (4 Juli 2022–15 Juli 2022 )
  • Abdul Hakim Ayah Chappy Hakim

    011 nfi

    ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

    Tak banyak yang tahu jika ayah Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim merupakan seorang wartawan senior. Melansir dari Antara News, diketahui Abdul Hakim ayah Chappy pernah menjadi redaktur di beberapa harian di Bogor dan Jakarta.

    Abdul kemudian masuk ke Antara atas ajakan Johan Syahrusah, Adam Malik, AM Sipahoetar dan Pandu Kartawiguna. Bachrul Hakim, anak tertua Abdul Hakim sekaligus yang pernah memegang posisi tertinggi di PT Garuda Indonesia ini mengingat karier ayahnya di Antara dengan sejumlah tokoh lainnya hingga disingkirkan karena politik.Chappy Hakim, putra kedua Abdul Hakim mengistilahkannya 'dipecat' dengan mekanisme 'pensiun paksa' oleh oknum PKI. Di mata anak dan cucunya, Abdul Hakim memberikan teladan yang sangat luar biasa. Terlebih dalam perjalanan kariernya sebagai wartawan, tidak kurang tekanan hingga perlawanan didapatnya.

    Chappy Hakim

    Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim adalah seorang tokoh militer Indonesia. Dia pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) pada periode 2002–2005, menggantikan Marsekal TNI Hanafie Asnan. Ia kemudian digantikan oleh Marsekal TNI Djoko Suyanto.Chappy lantas diangkat sebagai honorary pilot di Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) oleh Jendral William J. Begret, Komandan Pacific Air Forces (PACAF) ke 22 pada 14 April 2004. Setelahnya sejak tahun 2019, Chappy mendirikan serta memimpin Pusat Studi Air Power Indonesia atau ICAP (Indonesia Center for Air Power Studies).Dia rupanya pernah berkesempatan menjadi bintang film saat kelas 1 SMP. Namun setelah film pertamanya itu, ayah Chappy memintanya untuk fokus ke sekolah bukan berkarier di film. Saat naik kelas 2 SMP, ayahnya dipromosikan ke Kuala Lumpur untuk membuka cabang baru Lembaga Kantor Berita Nasional Antara. Ia dan kakaknya, Bachrul Hakim kemudian kost berdua di Jakarta sementara orang tua dan adik-adiknya ikut pindah ke Kuala Lumpur.Adapun riwayat jabatan Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim:

  • Pa Skuadron 2 Halim Perdanakusuma (1973)
  • Penerbang VIP Kepresidenan
  • Komandan Skadron 31 Lanud Halim Perdanakusuma (1989)
  • Komandan Wing Taruna AAU (1992-1995)
  • Komandan Lanud Sulaiman Bandung (1995-1996)
  • Direktur Operasi dan Latihan (Diropslat) TNI AU (1996-1997)
  • Gubernur AAU (1997-1999)
  • Aspers Kasau (1999-200)
  • Danjen Akademi TNI (2000-2002)
  • Kasau (2002-2005)
  • Pati Mabes AU (2005)
  • Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (2016)
  • (mdk/tan)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP