Mencari Kontrakan Raja Keraton Agung di Jakarta, Pinggir Rel Pernah Kebakaran
Merdeka.com - Sosok Totok Santosa, pria yang mengaku sebagai raja Keraton Agung Sejagat Purworejo, Jawa Tengah ini telah menghebohkan publik. Selain membangun kerajaan, Totok juga mempersiapkan struktur pemerintahan serta seragam ala Keraton untuk dikenakan.
Namun tahukah Anda? Totok Santosa ternyata pernah tinggal di Jakarta dengan kehidupan yang berbanding terbalik saat ia duduk di singgasana Keraton.
Bahkan Totok sempat simpang siur telah dikaitkan dengan utang miliaran rupiah. Penasaran? Berikut ulasan lengkapnya:
Pernah Tinggal di Jakarta
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDiketahui dari jumpa pers yang diadakan oleh Polda Jateng, Totok ternyata pernah tinggal di Jakarta. Totok tinggal di Kawasan Pademangan, Jakarta Utara.
Telah didapatkan informasi, Totok tepatnya menghuni bangunan yang berada di Jalan Mangga Dua VIII RT 012/RW 005, Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.
Tinggal di Pinggir Rel
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBerdasarkan penelusuran Merdeka.com, Totok pernah mengontrak rumah kecil yang letaknya tepat di samping rel kereta api. Hal ini telah dibenarkan oleh Ketua RT 012 RW 005, Abdul Manaf.
"Saya baru ketemu dia sekali tahun 2015. Dia pernah minta pengantar untuk ganti kartu keluarga, waktu itu buat sendiri, karena dia belum menikah, kelahiran Wonosobo," ujar Abdul Manaf, saat ditemui merdeka.com, Kamis (16/1).
Hunian Hangus Terbakar
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSetelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, ternyata rumah yang pernah dihuni Totok sudah hilang hangus terbakar.
Diduga, bangunan yang dihuni Totok terbakar pada 2016 lalu yang membuatnya harus pindah dari Pademangan. Terlihat hanya ada lahan kosong yang dipenuhi tanaman liar.
Warga Sekitar Jarang Komunikasi dengan Totok
Menurut Abdul Manaf, ia dan tetangga yang lain sangat jarang berinteraksi dengan Totok. Sehingga selama menjadi warga, Totok jarang ngobrol dengan Ketua RT-nya sendiri.
"Dia di sini ngontrak sama Pak Saiman sekarang sudah tidak di sini. Dia jarang di rumah, berapa bulan hilang, terus balik untuk bayar kontrakan," kata Abdul Manaf menjelaskan.
Keluh Kesah Ketua RT
Menjadi warga Mangga Dua VIII RT 012/RW 005, Kelurahan Ancol, ternyata Totok tak memiliki kontribusi apapun. Hal ini dikeluhkan Abdul Manaf sebagai ketua RT.
"Saya sebenarnya juga merasa dirugikan karena dia tidak pernah hadir dalam kerja bakti warga sini, tiba-tiba dia datang minta perbarui KK, tidak ada kontribusi, saya mau bikinin juga dia siapa. Cuma karena dia tercatat sebagai warga saya, mau tidak mau ya saya buat," tegasnya.
Lahan Diambil Alih PT KAI
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comLahan bekas hunian Totok yang sudah hilang karena terbakar itu, saat ini telah diambil alih oleh PT KAI.
Terlihat dari plang bertuliskan hak milik tanah oleh KAI yang berdiri di atas lahan bekas bangunan yang dulu pernah dihuni Totok.
Sempat Dikaitkan dengan Utang Miliaran
Mencuatnya kasus Raja Keraton Agung Sejagat, membuat pihak kepolisian terus menelusuri identitas tersangka, salah satunya Totok. Personel Polres Jakarta Utara sempat mendatangi pengurus RT tempat Totok tinggal.
Dari penelusuran ini, Polisi sempat mendapat informasi bahwa pria kelahiran Wonosobo itu diduga memiliki utang dengan pihak bank sebesar Rp1,3 miliar.
"Keterangan dari RT setempat begitu. Jadi dia ada utang sama bank, untuk keperluan apanya enggak tahu. Pak Manaf cerita dia pernah didatangi orang bank yang menyampaikan Totok Santosa memiliki utang Rp1,3 miliar," kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto, saat dihubungi merdeka.com, Kamis (16/1).
Salah Informasi
Setelah ditelusuri kembali perihal utang Totok yang jumlahnya miliaran rupiah itu, ternyata terjadi kekeliruan informasi dari Abdul Manaf. Ia meyakini bahwa utang Rp1,3 miliar tak ada kaitannya dengan Totok Santosa.
"Bukan, kalau itu lain lagi. Salah sebut orang saya tuh, lain lagi orangnya orang Surabaya itu, ada dua kasusnya. Tapi dia memang warga sini, dia punya kios di Angke, berapa bulan enggak bayar, nagih ke saya karena domisili di sini, bank datang untuk menanyakan. Saya bilang orang saya gak kenal kok," kata Manaf.
"Lain lagi, lupa saya itu, ada orang Surabaya. Itu dia yang mau minta surat pindah, itu yang orang Surabaya pindah ke Cawang katanya. Kalau Totok itu hanya memperbarui KK, yang baru yang ada gambar Garuda," lanjut Manaf menegaskan.
(mdk/bil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya