Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kenali 3 Gangguan Psikologis Pasca Melahirkan

Kenali 3 Gangguan Psikologis Pasca Melahirkan Ilustrasi ibu dan bayi. ©Shutterstock.com/braedostok

Merdeka.com - Melahirkan dan memiliki anak merupakan hal yang paling membahagiakan bagi sebagian besar kaum hawa. Namun, ada beberapa masalah gangguan psikologis yang mungkin terjadi pasca melahirkan.

Hal ini tentu tidak boleh dianggap sepele. Dalam beberapa kasus, gangguan psikologis pasca melahirkan memicu tindakan mencelakai bayi. Untuk itu, kondisi ini memerlukan bantuan ahli seperti psikiater untuk menanganinya.

Berikut gangguan psikologis yang bisa terjadi pasca melahirkan dikutip dari berbagai sumber:

Baby Blues Syndrome

syndrome rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Gangguan psikologis ini sudah umum diketahui oleh masyarakat. Baby blues syndrome merupakan gangguan psikologis berupa sedih, cemas, dan juga emosi. Kondisi ini dialami hampir 50-80% wanita di kehamilan pertama.

Baby blues syndrome erat kaitanya dengan kurangnya social support, sehingga si ibu merasa sendirian, takut, cemas, marah, sekaligus merasa bersalah karena memiliki perasaan tersebut. Umumnya hal ini terjadi pada 2 minggu setelah melahirkan.

Depresi Postpartum

Kondisi ini sering disebut juga dengan depresi klinis yang terjadi pasca melahirkan. Depresi ini mengganggu kemampuan ibu untuk merawat bayinya. Tidak sebesar BBS, depresi postpartum terjadi sekitar 10-20% pada ibu pasca melahirkan.

Adapun gejala yang bisa dilihat di antaranya:

  • Merasa tertekan dan sering menangis
  • Penurunan minat seks
  • Sulit tidur
  • Tidak nafsu makan
  • Merasa tidak mampu menjadi orang tua
  • gangguan konsentrasi
  • Sering sakit kepala, denyut jantung cepat, mati rasa dll
  • Kehilangan energi
  • Beberapa orang memikirkan untuk bunuh diri.
  • Psikosis Pasca Melahirkan

    melahirkan rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

    Gangguan jenis ini merupakan yang paling serius. Biasanya penderitanya akan mengalami delusi, halusinasi dengan mendengar hal-hal yang tidak ada. Terkait dengan gangguan mood seperti depresi dan bipolar. Meski tidak banyak terjadi kasus seperti ini, tetapi hal ini harus disadari oleh setiap orang sebagai bentuk antisipasi.

    Kondisi ini biasanya terjadi dalam waktu 3 minggu setelah melahirkan. Gejalanya berupa gangguan tidur dan perubahan suasana hati. Ibu dengan gangguan psikologis ini biasanya berpikiran untuk menyakiti bayinya. Gangguan psikologis ini harus segera ditangani, jika tidak kemungkinan untuk kambuh kembali sangat tinggi bahkan di kelahiran anak-anak berikutnya.

    Penanganan Pertama

    kenali 3 gangguan psikologis pasca melahirkanRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

    1. Jika mengalami perubahan suasana hati dan merasa tertekan selama berhari hari segera minta bantuan orang terdekat
    2. Minta bantuan kepada ahli psikolog
    3. Lakukan relaksasi.

    (mdk/khu)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP