Kehebatan Koopsus TNI, Pasukan Elite Siap Bebaskan WNI Disandera Abu Sayyaf
Merdeka.com - Pemerintah tengah berupaya membebaskan tiga warga negara Indonesia yang disandera kelompok teroris Abu Sayyaf. Ketiganya diculik saat sedang mencari ikan di perairan Lahad Datu, Malaysia pada Selasa (24/09). Dalam rekaman video yang beredar di Facebook, yang menampilkan ketiga sandera Abu Sayyaf salah satunya mengatakan jika penculiknya meminta tebusan sebanyak 30 Juta Peso atau sekitar Rp8 Miliar.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Dan Keamanan, Mahfud MD mengatakan jika pemerintah berjanji akan membebaskan 3 WNI yang disandera sebagai bentuk tanggung jawab atas keselamatan warganya. Hal tersebut disampaikan usai melaksanakan Rapat Koordinasi (17/12). Hingga kini, pemerintah Indonesia terus melakukan koordinasi dengan pihak otoritas setempat yaitu Malaysia dan Filipina.
Selain itu, Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia (Koopsus TNI) juga mengatakan siap diterjunkan untuk membantu menyelamatkan 3 WNI yang menjadi sandera Abu Sayyaf jika ada permintaan dari negara. "Koopsus TNI siap dilibatkan dalam operasi bila ada permintaan dari negara terkait, serta ada keputusan politik di negara kita," kata Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi, Selasa (17/12).
Berikut kehebatan Koopsus:
Operasi Khusus di Dalam dan Luar Negeri
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPembentukan Koopsus merupakan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.
Tugas dari Koopsus TNI adalah mengatasi aksi-aksi terorisme, baik di dalam maupun luar negeri yang mengancam ideologi, keselamatan serta keutuhan Bangsa Indonesia. Tim Koopsus juga dinilai memiliki kecepatan dan akurasi yang tinggi, Koopsus lebih banyak melakukan pengintaian daripada penindakan dalam tugasnya.
Berasal dari 3 Matra TNI
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPembentukan Koopsus sendiri dilakukan setelah presiden menandatangani Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia. Perpres tersebut yang menjadi dasar pembentukan Komando Operasi Khusus (Koopsus) TNI yang berasal dari tiga matra yaitu darat, laut, dan udara.
Bergerak Atas Perintah Presiden
Koopsus TNI biasanya akan berkoordinasi dengan kepolisian melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Tim Koopsus juga bergerak atas perintah presiden melalui Panglima TNI.
Dipimpin Jenderal Bintang Dua
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, mengangkat dan mempercayakan Brigjen Rochadi untuk memimpin pasukan Koopsus TNI yang dilantik pada, Selasa (30/7). Ia adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang sebelumnya menjabat sebagai jenderal bintang dua.
Sebelum dilantik, Brigjen Rochadi merupakan Direktur A Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, merupakan pasukan khusus yang menangani intelijen kemiliteran.
Anggaran Rp1,5 Triliun
Di lansir dari liputan6, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengajukan anggaran sebesar Rp1,5 triliun untuk Komando Operasi Khusus (Koopsus) TNI.
(mdk/khu)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya