Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jenderal Andika Interogasi Komandan TNI Berbadan Gemuk, Jawaban Mereka Bikin Tertawa

Jenderal Andika Interogasi Komandan TNI Berbadan Gemuk, Jawaban Mereka Bikin Tertawa Jenderal Andika Interogasi Komandan TNI Berbadan Gemuk. YouTube TNI AD ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa kembali melakukan sidak anggotanya yang berbadan besar. Mereka dikumpulkan di depan untuk memaparkan alasan perubahan bentuk badannya. Namun, jawaban para anggota TNI ini cukup unik hingga membuat Kasad Andika dan lainnya tertawa.

Bukan hanya itu saja, Andika Perkasa juga menjelaskan alasannya kerap melakukan sidak anggota berbadan gemuk. Rupanya hal ini berkaitan dengan tingkat kematian anggota TNI yang cukup tinggi karena sakit berat. Lantas bagaimana momen Kasad Andika Perkasa interogasi komandan TNI berbadan gemuk?

Melansir dari akun YouTube TNI AD, Rabu (30/6), simak ulasan informasinya berikut ini.

Tunjuk Dandim Berbadan Gemuk

Kasad Andika Perkasa meminta anggota TNI berbadan gemuk untuk maju ke depan. Sebelumnya, Andika terlebih dahulu memanggil Kepala Pusat Perhubungan AD dan satu anggota lainnya. Hal ini lantaran keduanya memiliki tubuh tetap bagus meski usia sudah lebih tua.

jenderal andika interogasi komandan tni berbadan gemuk

YouTube TNI AD ©2021 Merdeka.com

"Kepala Pusat Perhubungan Angkatan Darat mohon maju sebentar. Coba ini lihat masukin ke kamera pinggangnya nih. Ini adalah satu reminder atau pengingat kita semua, Mas Kurnia usia 58 tahun senior saya, Mas Wahyu Agung juga begitu usia 57 tahun. Tapi lihat nih sudah lebih tua, badannya masih bagus sekali," kata Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa.

"Coba siapa yang gembrot para Pangdam, ada Dandim yang gembrot enggak sini. Tunjuk suruh ke sini," lanjut Andika.

Jawaban Para Komandan TNI Berbadan Gemuk

Para komandan Kodim TNI berbadan gemuk lantas maju ke depan dan berbaris. Kasad Andika kemudian menginterogasi semuanya kenapa bisa mengalami perubahan pada badannya. Namun siapa sangka, jawaban para komandan Kodim TNI ini mampu membuat Kasad Andika dan para hadirin tertawa."Dandim 0509 Kabupaten Bekasi, (berat) 95 kilogram," ungkap salah satu Dandim."Aduh, mulai kapan gemuk begini?," tanya Andika."Siap dari lulus SMA bapak," jawabnya sambil tersenyum."Enggak mungkin," kata Andika menolak jawabannya.jenderal andika interogasi komandan tni berbadan gemuk

YouTube TNI AD ©2021 Merdeka.com

"Kemarin kami sempat kurus waktu jabatan Komandan Batalyon Bapak Kasad. Setelah Danyon, kami masuk Pingdam dan Dandim baru tambah mekar Bapak," jawab anggota TNI lainnya mengundang tawa."Sebenarnya kami kurus Bapak Kasad, tetapi karena kami tidak jaga makan sehingga badan kami naik seperti ini. Kami berusaha Bapak Kasad untuk menjadi kembali lagi bisa normal," ungkap lainnya yang membuat Kasad Andika tertawa."Jadi Christian ini sebetulnya kurus, hanya karena tidak bisa jaga makan. Ya sama saja," kata Andika masih tertawa mendengar jawaban tersebut.

Takut Derita Diabetes

Aksi Andika memanggil anggota TNI berbadan gemuk ini ternyata memiliki alasan tersendiri. Andika hanya tidak ingin mereka menderita penyakit seperti diabetes. Andika juga mengatakan sebenarnya tidak terlalu peduli pada penampilan.jenderal andika interogasi komandan tni berbadan gemuk

YouTube TNI AD ©2021 Merdeka.com

"Kalau sempat lama dengan kondisi seperti tadi, saya menduga jangan-jangan diabetes itu minimal. Karena apa? Dari penampilan, kalau diabetes nanti biasanya merembet. Oleh karena itu, rekan-rekan semua harus punya keinginan keras untuk menjaga dirinya. Saya tidak terlalu peduli dengan penampilan sebetulnya, tapi yang saya sangat peduli adalah kalau kita terus enggak ada," jelasnya.

Banyak Meninggal Karena Sakit

Rupanya hal ini juga berkaitan dengan tingkat kematian anggota TNI yang cukup tinggi karena sakit berat. Setidaknya sekitar 539 anggota meninggal seperti yang dilaporkan oleh Askes. Hanya 58 orang saja yang meninggal karena sakit dan ditambah Covid-19. Sisanya diketahui meninggal karena sakit termasuk diabetes.jenderal andika interogasi komandan tni berbadan gemuk

YouTube TNI AD ©2021 Merdeka.com

"Tahun ini saja yang meninggal karena sakit saya dilaporin Askes dua minggu lalu itu ada 539 kalau tidak salah. Karena sakit ya. Dari 539 itu yang sakitnya plus Covid-19 58, jadi sebetulnya 500an itu benar-benar ya sakit berat. Sakit berat ya itu tadi ada yang diabetes, ada yang gagal ginjal, jantung, stroke. Itu semua sebetulnya bisa kita jaga. Kuncinya adalah bagaimana kita mengendalikan makan," papar Andika.

Video Jenderal Andika Interogasi Komandan TNI Berbadan Gemuk

Berikut video Jenderal Andika interogasi komandan TNI berbadan gemuk.

(mdk/tan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP