Intimidasi Adalah Bentuk Perilaku yang Mengancam, Kenali Bentuk Hingga Tanda-tandanya
Merdeka.com - Intimidasi merupakan salah satu istilah mengenai bentuk perilaku yang banyak dipelajari dalam ilmu sosial hingga psikologi. Secara tidak langsung, intimidasi merupakan perilaku yang dilakukan oleh individu ataupun kelompok untuk mencapai tujuannya.
Tujuan individu atau kelompok tersebut tentu saja dapat berupa positif ataupun negatif. Intimidasi sendiri dapat menimbulkan sejumlah akibat psikis yang dapat dirasakan oleh korbannya.
Tak jarang, istilah intimidasi tersebut seringkali diasosiasikan sebagai salah satu perilaku yang merujuk pada kekerasan atau sesuatu hal yang tidak menyenangkan. Akibatnya, banyak korban yang merasa tak nyaman hingga berujung pada ranah meja hijau.
Berdasarkan ilmu yang mempelajari seluk beluknya, intimidasi tersebut dapat dilakukan dengan berbagai jenis. Sementara itu, para ahli di bidang ilmu sosial pun juga memberikan sejumlah tanda-tanda atau ciri saat seseorang tengah melakukan intimidasi.
Lantas, apa sebenarnya definisi hingga tanda yang dapat dikenali saat individu sedang melakukan intimidasi tersebut? Simak penjelasan selengkapnya yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.
Definisi Intimidasi
Dilansir dari Wikipedia, intimidasi tak lain merupakan sebuah istilah yang berarti ‘perilaku yang akan menyebabkan seseorang merasakan takut cedera atau berbahaya’. Untuk menyebabkan akibat tersebut, individu atau kelompok yang melakukan intimidasi tersebut pada umumnya menggunakan kekerasan atau ancaman berupa kekerasan untuk mencapai tujuannya.
Sementara itu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), intimidasi merupakan tindakan yang berkaitan dengan perilaku menakut-nakuti untuk memaksa orang atau pihak lain agar berbuat sesuatu. Hal tersebut dapat disertai dengan gertakan ataupun ancaman.
Tujuan intimidasi tersebut biasanya meliputi tujuan agama, politik, ataupun ideologi. Intimidasi seringkali dilakukan sebagian orang untuk mendapatkan kekuasaan dan legitimasi atas korbannya.
Perilaku intimidasi pada hewan sebenarnya merupakan hal yang wajar lantaran menciptakan suatu lingkungan kompetitif. Namun, pada manusia, perilaku mengancam tersebut menjadi tidak dapat dibenarkan lantaran akibatnya yang cenderung negatif.
Bentuk Intimidasi
Intimidasi yang menimbulkan dampak cukup negatif tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara. Hal ini tidak lain untuk semakin menguatkan perasaan takut korban terhadap individu atau kelompok yang melakukan intimidasi.

©©2012 Merdeka.com
Beberapa bentuk intimidasi untuk mencapai tujuan tersebut yakni berupa:
Intimidasi Verbal
Bentuk intimidasi pertama yang dapat dilakukan oleh pelaku yaitu berupa verbal atau kata-kata. Biasanya, intimidasi yang satu ini merupakan tahap awal dari pelaku untuk meningkatkan rasa takut dan mencapai tujuannya. Intimidasi verbal tersebut bisa terjadi di lingkungan sekolah, kerja, hingga rumah tangga.
Intimidasi Fisik
Berbeda dengan jenis intimidasi sebelumnya, jenis intimidasi berikutnya ini memiliki dampak yang lebih besar. Intimidasi yang dilakukan oleh pelaku tersebut secara lebih jauh dapat melibatkan anggota fisik. Jenis intimidasi yang satu ini biasanya cenderung membuat korban lebih merasa takut dan cemas, bahkan seringkali mempertanyakan dan menyalahkan diri sendiri.
Intimidasi Cyberbullying
Jenis intimidasi yang berikutnya yakni berupa intimidasi cyberbullying. Jenis yang satu ini kini marak terjadi di banyak platform media sosial. Biasanya, hal ini akan membuat rasa tertekan korban saat melihat ataupun membaca kata-kata yang dilayangkan oleh pelaku kepada dirinya.
Tanda-tanda Intimidasi
Perilaku intimidasi tersebut dapat dikenali melalui berbagai tanda-tandanya yang ditunjukkan, baik oleh pelaku maupun korban. Beberapa tanda-tanda yang dapat dirasakan tersebut yakni sebagai berikut:
Dilakukan Secara Sengaja
Intimidasi merupakan sesuatu hal yang secara sadar dan sengaja dilakukan oleh pelaku. Sebab, perilaku intimidasi tersebut hanya dapat dilakukan oleh orang dewasa yang tentunya telah memiliki akal dan pikiran yang sadar dan sehat.
Rawan Terjadi di Dalam Kesenjangan
Biasanya, perilaku intimidasi tersebut rawan dan seringkali terjadi pada lingkungan yang memiliki kesenjangan cukup tinggi. Maka dari itu, perilaku negatif yang satu ini biasanya terjadi di tempat kerja dan dilakukan oleh atasan kepada bawahan untuk mendapatkan rasa empati hingga melegitimasi kekuasaannya.

©shutterstock.com/Robert Kneschke
Merasa Tidak Nyaman di Lingkungan Sendiri
Tanda-tanda intimidasi berikutnya adalah adanya rasa tidak nyaman yang dirasakan oleh korban. Pada umumnya, korban akan merasa tidak nyaman untuk berada di tempat yang sama dalam jangka waktu yang lama dengan pelaku. Hal tersebut akan membuatnya semakin takut hingga memicu stres berkepanjangan.
Selalu Merasa Ditekan
Tanda-tanda intimidasi yang selanjutnya adalah korban selalu merasa tertekan bila berada dekat dengan pelaku. Tanda-tanda adanya perilaku intimidasi tersebut biasanya juga ditandai bersamaan dengan rasa tidak nyaman yang dirasakan oleh korban.
Timbul Berbagai Pertanyaan Pada Diri Sendiri
Tanda intimidasi yang terakhir adalah seringnya korban merasa selalu salah hingga mempertanyakan perilakunya kepada diri sendiri. Bahkan, tak jarang pula korban selalu menyalahkan diri sendiri atas rasa tidak nyaman yang bukan disebabkan oleh dirinya sendiri, melainkan oleh pelaku intimidasi yang membuatnya takut.
(mdk/mta)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya