Imbas Corona, Begini Situasi Kabah & Masjidil Haram Jelang Idul Adha
Merdeka.com - Idul Adha menjadi sebuah perayaan membahagiakan bagi umat Islam. Hari raya yang diperingati sebagai peristiwa kurban, yakni saat Nabi Ibrahim AS dengan ikhlas bersedia mengorbankan putranya, Ismail untuk Allah SWT.
Namun, rupanya itu hanya ujian keimanan dari Allah kepada Ibrahim. Allah lantas mengganti Ismail dengan seekor domba untuk disembelih menjadi kurban. Sejak itu, setiap 10 Dzulhijjah umat muslim merayakan Idul Adha.
Namun, Idul Adha tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebabnya, dunia tengah dilanda pandemi Covid-19. Kota suci Makkah pun ditutup oleh pemerintah Saudi dari pelaksanaan Umrah dan Haji. Meski begitu, bagi warga lokal alias masyarakat Saudi diperkenankan melaksanakan haji dengan sejumlah syarata.
Lantas bagaimana kondisi dan situasi Kabah dan Masjidil Haram menjelang Idul Adha tahun ini? Berikut ulasannya:
Jarak Antar Shaf dalam Tawaf
Melansir dari Makkah Live, setiap jemaah diharuskan menjaga jarak minimal dua meter saat prosesi Tawaf. Menjelang Idul Adha, hanya menerima seribu orang saja demi mencegah penyebaran virus Covid-19.
Selain itu, jemaah juga wajib mengenakan masker. Para penjaga selalu siap mengawasi ritme kecepatan, supaya tetap konsisten dalam menjaga jarak.

Twitter hsharifain ©2020 Merdeka.com
Dikutip dari unggahan video Haramain Sharifain di Twitter yang viral di berbagai media sosial menampilkan situasi Kabah dan Masjidil Haram yang baru pertama kali menerapkan cara baru tersebut.
"Tawaf yang luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya di Masjid Al Haram dilakukan oleh Hujjaj hari ini di Hari Tarwiyah," tulis dari akun Twitter hsharifain.
Jarak Antar Shaf saat Salat

Instagram makkah__madinah ©2020 Merdeka.com
Sama halnya dengan tempat ibadah salat, setiap jemaah tetap harus menjaga protokol kesehatan dengan menjaga jarak. Telah disediakan minuman botol di beberapa titik, supaya tidak ada antrian saat mengambil air zam-zam.
Melansir dari akun Instagram makkah__madinah, melalui unggahan insta story nampak umat Islam yang menjalankan ibadah salat kala itu tak sanggup menahan deru air mata.
Pembatasan Jumlah Jemaah di Arafah dan Lempar Jumrah

Twitter hsharifain ©2020 Merdeka.com
Keberadaan Kabah di luar ruangan, tak menjadi kekhawatiran yang besar untuk menampung seribu jemaah. Sedangkan dalam proses lempar jumrah diwajibkan tidak lebih dari 50 jemaah per kelompok.
Kemudian selama bermalam di Arafah dan Muzdalifah, tidak lebih dari 10 orang di setiap tenda yang berukuran 50 meter persegi. Pihak Masjidil Haram telah berusaha mencegah terjadinya penyebaran virus Covid-19 dengan sangat apik.
Syarat Menjadi Jemaah Haji di Masa Pandemi

©2020 Saudi Ministry of Media/Handout via REUTERS
Melihat kondisi dunia saat ini yang masih rawan dengan wabah corona, sejatinya belum bisa menerima semua umat Islam untuk menjalani ibadah Haji maupun Umrah.
Sehingga dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi, menyampaikan beberapa syarat, yakni warga lokal atau ekspatriat. Serta mayoritas jemaah berusia kurang dari 65 tahun, dan memiliki riwayat kesehatan yang bagus, atau tidak memiliki penyakit bawaan yang mengkhawatirkan.
Kabah Diguyur Hujan Deras

Instagram makkah__madinah ©2020 Merdeka.com
Menjelang Idul Adha, Masjidil Haram kembali diguyur hujan sangat deras sekitar Kamis 23.20 waktu Makkah. Terlihat potret petir menyambar di dekat Makkah Royal Clock Tower, serta dekat bukit di samping tenda.

Instagram makkah__madinah ©2020 Merdeka.com
Pergantian Kiswah

Instagram makkah__madinah ©2020 Merdeka.com
Malam itu juga dilakukan prosesi pergantian Kiswah atau kain hitam yang selama ini menutupi Kabah. Pada waktu yang bersamaan dengan menginap di Arafah, para pekerja mengganti Kiswah di bawah guyuran hujan deras.
Video Live Makkah
Berikut video situasi jemaah umat Islam menjalankan tawaf mengelilingi Kabah di masa pandemi menjelang Idul Adha.
(mdk/kur)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya