Gejala Corona Covid-19 yang Perlu Diwaspadai
Merdeka.com - Pandemi virus corona kini tengah menjadi sorotan dunia. Penyebaran yang cepat belum didukung dengan kecepatan penemuan antivirus. Meski pasien yang dinyatakan sembuh meningkat, namun angka kematian juga terus mengiringi.
Pemerintah dan tenaga medis secara bersama berupaya mencegah penularan semakin banyak. Segala cara tengah dilakukan termasuk pengadaan rapid test covid-19 dan memberlakukan social distancing.
Meski begitu, jauh lebih baik masyarakat luas mengetahui gejala corona atau covid-19. Langsung saja simak ulasan informasi yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini.
Gejala Terinfeksi Virus Corona
Virus corona merupakan salah satu virus yang berbahaya. Penyebaran cepat dan juga antivirus yang belum ditemukan membuat para tenaga medis kuwalahan. Apalagi, di awal penyebarannya masyarakat dunia masih asyik melakukan perjalanan dari satu kota ke kota lain atau pun dari satu negara ke negara lain.

2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho
Ya, riwayat perjalanan menjadi salah satu tanda-tanda terinfeksi virus corona. Seseorang yang mempunyai riwayat perjalanan dari China khususnya Kota Wuhan bisa dijadikan indikasi pertama terinfeksi virus corona.
Gejala Umum Terinfeksi Virus Corona
Melansir dari Liputan6.com, gejala terinfeksi virus corona bisa muncul dua hingga 14 hari usai terkena paparan. Memastikan seseorang positif terinfeksi virus corona juga memerlukan waktu 14 hari. Selama kurun waktu tersebut, biasanya muncul gejala-gejala umum sebagai berikut:
- Sakit kepala
- Demam hingga mencapai 38 derajat celcius atau lebih
- Badan terasa tidak enak
- Batuk
- Hidung Beringus
- Sesak Napas
Perlu diperhatikan, beberapa kasus virus corona justru bisa menimbulkan gejala yang lebih parah. Bahkan, infeksi bisa berubah menjadi pneumonia atau bronkitis akibat virus covid-19.
Risiko Terinfeksi Virus Corona
Masih dilansir dari Liputan6.com, seseorang yang terinfeksi virus corona tetap mempunyai risiko sebagai berikut:
2020 Merdeka.com
Maka dari itu, saat seseorang mengalami gejala-gejala umum seperti yang sudah disebutkan sebelumnya sebaiknya langsung periksa ke dokter. Selain itu, pasien juga perlu mengisolasi diri baik di rumah maupun di rumah sakit, tergantung seberapa parah virus corona yang ada di dalam tubuhnya.
Gejala Selanjutnya
Gejala virus corona pada seseorang bisa berkisar dari sangat ringan hingga berat. Bahkan, beberapa di antaranya tidak menunjukkan gejala apapun. Meski gejala seperti penyakit influenza, namun tetap harus diwaspadai. Terlebih jika sudah menunjukkan gejala yang lebih serius, seperti:
- Nyeri atau ada tekanan yang menetap di bagian dada
- Kesulitan bernapas
- Bibir atau wajah membiru
- Ketidakmampuan untuk bangkit
- Kebingungan
Bila merasakannya, segara periksakan diri ke dokter atau tenaga medis lainnya. Jika sudah, segera lakukan isolasi diri selama 7-14 hari. Hal ini bertujuan agar orang-orang di sekitarnya tidak ikut terpapar virus corona.
Gejala Virus Corona pada Anak
Dokter Darmawan Budi Setyanto, spesialis anak dari Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan, gejala sistemik virus corona (Covid-19) pada anak-anak bisa berupa demam, rasa tidak enak badan seperti ngilu di bagian tulang.
Shutterstock.com/ Dmitry Naumov
"Ini yang kita lihat pada anak kecil, anaknya menjadi rewel," kata Darmawan.
Nafsu Makan Menurun
Tidak hanya itu, anak-anak yang terinfeksi virus corona (Covid-19) bisa menunjukkan gejala menurunnya nafsu makan. Menurut Dokter Darmawan Budi Setyanto, itu merupakan gejala infeksi pada umumnya."Kemudian nafsu makan menurun. Ini adalah gejala infeksi secara umum. Demam dan kawan-kawannya," Darmawan menambahkan.
Saluran Pernapasan
Setelah mengalami tanda-tanda sebelumnya, kemudian muncul gejala lainnya di saluran pernapasan anak. Menurut Dokter Darmawan Budi Setyanto, spesialis anak dari Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), beberapa kondisi yang mungkin muncul seperti batuk, pilek, hingga suara napas yang berbunyi.
2013 Merdeka/Shutterstock/Keith Publicover
"Itu ketika proses penyakitnya hanya mengenai salurannya. Tetapi ketika sudah kena paru-parunya yang pneumonia, maka disertai gejala sesak," kata Darmawan menjelaskan.
Tidak Diawali Demam
Meski begitu, dokter Darmawan Budi Setyanto mengingatkan, virus corona atau Covid-19 ini merupakan penyakit baru. Untuk itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut guna mengetahui gejala spesifik pada anak-anak ."Ada laporan di luar negeri yang sudah terjadi kasus terlebih dahulu, itu pada anak-anak cukup banyak yang tidak diawali dengan demam. Jadi hanya gejala saluran napas, batuk pilek, kemudian ternyata diperiksa terkonfirmasi COVID-19," kata Darmawan.
Gejala Lainnya
Dokter Darmawan lebih lanjut menjelaskan jika belum diketahui secara pasti apakah anak-anak yang terinfeksi virus corona akan mengalami kondisi tertentu. Terutama mengalami penurunan fungsi paru di masa depan.
Shutterstock/wavebreakmedia
"Kita belum bisa menjawab, seperti pertanyaan awal tadi apakah akan menimbulkan gejala sisa atau tidak pada yang kena pneumonia, kita belum bisa menjawab persisnya seperti apa karena belum banyak kasus pada anak yang dilaporkan," tandasnya.
(mdk/tan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya