Derita Pengemudi Online di Tengah Wabah Corona, Ada yang Sampai Bunuh Diri
Merdeka.com - Wabah corona telah membuat sebagian besar perekonomian terganggu. Berbagai sektor terkena dampak akibat pandemi ini. Dampak besar dirasakan oleh kalangan bawah.
Mereka 'menjerit' dengan kondisi saat ini. Salah satunya pengemudi online, yang sepi penumpang. Bahkan ada yang sampai depresi hingga mengakhiri hidup. Berikut ulasannya:
Sering Melamun Setelah Ditagih Cicilan
Pandemi corona Covid-19 membuat banyak pengemudi sepi pelanggan. Salah satu yang mengalami kerugian, seorang pengemudi dari Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
Dari pengakuan istri korban, diduga JL (33 tahun) nekat mengakhiri hidup karena tidak sanggup membayar cicilan kendaraan.
"Sebelumnya ada seorang laki-laki yang datang ke rumah menagih cicilan kredit mobil, setelah itu korban sering melamun," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam keterangannya, Selasa (7/4).
Sempat Menganggur Dua Bulan
Yusri mengatakan, pengemudi taksi online itu mengalami depresi karena sepi pelanggan. Menurut pengakuan istrinya, korban menganggur sejak wabah Corona menghantui Indonesia.
"Korban sudah hampir dua bulan tidak narik penumpang," ujar Yusri.

2012 Merdeka.com
Diusir Pemilik Kontrakan
Kisah miris juga dialami oleh pengemudi ojol bernama Aji. Dalam akun @beritagosip, Aji diusir pemilik kontrakan hingga harus tinggal di basecamp ojol wilayah Pademangan.
"Istri dan anaknya paling kecil berumur 5 bulan saat ini sedang sakit, Sempat diantar ke Puskesmas tadi pagi tapi pihak Puskesmas menyarankan agar segera dirawat di RS, tapi apa daya Bang Aji yang sudah tidak bisa bekerja lagi sebagai Driver gojek karena motornya sudah ditarik pihak leasing," tulis keterangan akun tersebut.
(mdk/kur)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya