'Bola Panas' Isu Dalang Demo Tolak UU Cipta Kerja, Sebut Saja Namanya Jika Memang Ada
Merdeka.com - Undang-Undang Cipta Kerja beberapa waktu lalu sempat menjadi polemik di berbagai kalangan. Aksi turun ke jalan terjadi di beberapa daerah.
Muncul isu ada dalang di balik aksi demo berujung rusuh tersebut. Hal itu sontak menimbulkan pro kontra.
Bahkan, pihak kepolisian hingga menelusuri siapa dalang di balik demo yang beberapa waktu lalu terjadi. Berikut ulasannya.
Tudingan Pemerintah Ada Dalang Demo UU Cipta Kerja
Tudingan ada dalang yang mensponsori demo menolak UU Cipta Kerja berasal dari pernyataan Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto. Ketua Umum Partai Golkar itu bahkan mengklaim pemerintah sudah mengetahui siapa aktor intelektual di balik demo tersebut.
Namun, hingga kini Airlangga maupun pemerintah tak menyebut siapa dalang yang dimaksud.
Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asfinawati mengkritik keras pernyataan Airlangga Hartarto. Asfinawati menyebut, pernyataan Airlangga menghina penolak UU Cipta Kerja.
"Itu menghina akademisi, pemuka agama yang menolak Omnibus Law. Ini juga upaya mengecilkan makna penolakan terhadap Omnibus Law," ujarnya kepada merdeka.com, Sabtu (10/10).

©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Asfinawati menegaskan, tuduhan Airlangga adalah fitnah. Kenyataannya, unjuk rasa terjadi karena para anggota DPR bersama Pemerintah memaksakan kehendaknya mengesahkan regulasi yang berdampak serius dan masif pada kehidupan nelayan, petani, buruh dan pekerja termasuk terhadap masa depan anak-anak muda, pelajar dan mahasiswa.
Aksi mahasiswa, buruh dan anak muda sesungguhnya bertujuan untuk mencegah kemudaratan yang jauh lebih besar dari Undang-Undang Cipta Kerja.
"Pemerintah membingkai protes dengan menyebut kerusuhan dan melontarkan adanya aktor intelektual. Ini jelas mengaburkan isu penting kehancuran yang dibawa dalam pasal-pasal Cipta Kerja," kata Asfinawati.
SBY Desak Airlangga Ungkap Siapa Dalang yang Dimaksud
Mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto agar mengatakan siapa yang telah menuduhnya untuk menggerakkan massa demo menolak UU Cipta Kerja. Ia mengatakan bahwa tak baik apabila tuduhan tersebut dibiarkan sehingga menyebar luas secara liar dan mengakibatkan masyarakat saling curiga.
"Kalau ditanya begitu paling baik tanyakan kepada beliau-beliau itu, siapa yang dimaksud orang yang menunggangi orang membiayai gerakan itu. Mungkin kalau tidak ada kejelasan ini tidak baik, rakyat saling curiga, tidak baik ke sana kemari beritanya," katanya dalam dialog yang diunggah akun YouTube SBY, Senin (12/10).

©Liputan6.com/Angga Yuniar
SBY juga mendorong pemerintah agar menjawab siapa dalang yang dimaksud kepada publik secara jujur. Hal itu dikatakannya sebagai bagian dari etika pejabat pemegang amanah rakyat.
"Jadi kalau saya ditanya seperti itu. Paling bisa menjawab mengklarifikasi semua ini ya beliau-beliau. Saya yakin kalau beliau ditanya oleh pers oleh rakyat mesti harus menjawab. Itulah etika yang harus dimiliki oleh siapapun yang sedang mengemban amanah memimpin negeri ini," pungkasnya.
Polisi Cari Dalang
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto melontarkan pernyataan bahwa Mabes Polri telah menelusuri adanya sponsor atau penggerak perusuh dalam gelombang aksi demo tolak UU Cipta Kerja di berbagai wilayah negeri. Dikatakan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono bahwa terdapat mekanisme yang harus dilakukan guna menegakkan aturan hukum.
"Nanti kita dalami, kita kan bukan bicara a, b, c, kita kan harus membuktikan, polisi harus membuktikan, minimal dua alat bukti baru bisa menggiring seseorang sampai ke pengadilan," tutur Awi saat dikonfirmasi, Sabtu (10/10).
Dijelaskan juga oleh Awi, bahwa polisi akan berupaya dalam mengumpulkan beberapa alat bukti. Apabila sesuai dan mengarah ke pihak tertentu, barulah dilakukan penindakan awal.
(mdk/bil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya