Awal Mula Belajar dari Teman, Pria Ini Sukses Berternak Kambing dan Sapi
Merdeka.com - Bermodalkan ilmu yang dipelajari secara otodidak dari teman, seorang pria sukses mengembangkan bisnis ternak penggemukan kambing dan sapi. Ia adalah Saimun, warga Mataram Baru, Lampung Timur.
Selama enam tahun belakangan, Saimun berhasil merintis bisnis peternakan kambing dan sapi yang berfokus pada penggemukan. Meski terdengar sederhana, usaha ini rupanya cukup menjanjikan. Simak ulasan selengkapnya:
Bisnis Peternakan Kambing dan Sapi

Youtube/INDRA PALUPI CHANNEL ©2022 Merdeka.com
Melansir dari INDRA PALUPI CHANNEL, Saimun menceritakan awal mula dirinya merintis bisnis peternakan tersebut. Ia mengatakan, memulai bisnis iitu berbekal ilmu otodidak yang dipelajari dari temannya.
"Ide dari temen belajarnya, saya perhatikan kok enak gitu terus saya ikut-ikutan penggemukan ini," kata Saimun.
"Ini benar-benar mulai dari 0 dari teman ini sering main ke tempat teman belajar bagaimana caranya," ungkapnya.
Omzet yang Didapat

Youtube/INDRA PALUPI CHANNEL ©2022 Merdeka.com
Karena fokus pada perawatan dan penggemukan ternak, kambing dan sapi milik Saimun biasanya akan dijual (bongkar) setiap enam bulan sekali. Setiap kali bongkar, Saimun menyebut dirinya bisa mendapatkan keuntungan Rp250 ribu per ekor. Keuntungan tersebut sudah bersih di luar biaya pakan dan lain sebagainya. "Per ekor ya kalau (kambing) perempuan (betina) sekitar Rp250 per ekor per enam bulan itu tinggal dikalikan aja (berapa ekor)," kata Saimun.
Total Omzet yang Sudah Didapat
Saimun diketahui sudah menjalankan bisnis peternakan itu selama enam tahun. Dalam satu tahunnya, ia bisa menjual ternaknya sebanyak dua kali. "Satu bongkaran minimal total enggak kurang dari Rp30 juta," kata Saimun, Maka selama enam tahun, ia sudah melakukan transaksi penjualan sebanyak 12 kali. Jika dihitung, omzet total yang didapat Saimun mencapai angka Rp300 juta.

Youtube/INDRA PALUPI CHANNEL ©2022 Merdeka.com
"Bongkar itu setahun 2 kali tiap 6 bulan baru bongkar, sampai saat ini berupa uang sudah terkumpul hampir Rp300 juta," ungkapnya.Saimun mengatakan, bisnis peternakan itu sebenarnya hanya memerlukan modal yang tidak terlalu besar. Hanya saja, resikonya cukup besar.
Video
Berikut videonya:
(mdk/khu)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya