Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Apakah Anak-Anak Rentan Terinfeksi Virus Corona? Ini Penjelasannya

Apakah Anak-Anak Rentan Terinfeksi Virus Corona? Ini Penjelasannya Virus Corona. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Virus corona kini mulai meresahkan masyarakat Indonesia. Sejak dikonfirmasi kasus pertama virus corona, publik langsung dilanda rasa panik, takut dan cemas. Bukan tanpa alasan, hingga saat ini wabah virus corona masih belum menemukan obat dan vaksin yang tepat.

Keresahan juga melanda sejumlah public figure, tak terkecuali adik Nagita Slavina, Caca Tengker. Ibu satu anak ini juga merasa cemas akan masuknya virus corona di Indonesia. Terlebih kurangnya pengetahuan mengenai virus corona dan anak-anak.

Merasa Kurang Pengetahuan

Merebaknya virus corona di Indonesia rupanya membuat Caca Tengker menjadi sedikit resah. Adik Nagita Slavina ini merasa dirinya kurang akan pengetahuan mengenai virus corona. Terutama pada kasus anak-anak.

virus corona pada anak anak

Instagram @cacatengker 2020 Merdeka.com

"Terkait dengan konfirmasi virus corona masuk ke Indonesia, aku sebagai orangtua memang terasa banget kesalahan aku, aku belum banyak baca tentang virus ini dan dampaknya di anak-anak," ungkap Caca Tengker melalui Instagram Stories-nya.

Dapat Informasi yang Empiris

Menyadari kekurangannya, Caca Tengker kemudian mencari sejumlah informasi empiris terkait penyebaran virus corona. Tak terkecuali dari Dokter Anak RSIA Tumbuh Kembang Depok Miza Afrizal. Caca mengatakan, Dokter Anak ini memberikan informasi yang tidak sembarangan ke publik.virus corona pada anak anak

Instagram @cacatengker 2020 Merdeka.com

"Tapi untungnya, dokter Miza yang aku follow itu kasih informasi yang berdasarkan research yang lebih empiris dengan bukti nyata tentang prevelensi dari virus corona ini di anak-anak gimana di daerah-daerah yang sudah terkena virus corona," paparnya dalam akun Instagram cacatengker.

Info Virus Corona pada Anak Sangat Tipis

Tidak ingin paham sendirian, Caca Tengker memposting ulang Instagram Stories Dokter Miza Afrizal. Dalam postingan tersebut, dokter Miza sangat berterima kasih kepada masyarakat yang sudah membagikan informasi mengenai infeksi virus corona (COVID-19).Akan tetapi dari sekian banyak informasi mengenai virus corona, sangat sedikit yang berkaitan dengan anak-anak. Padahal, informasi terkait virus corona dan anak-anak juga tak kalah pentingnya."Dari kemarin saya perhatiin sudah sangat banyak info-info yang sangat bagus tentang infeksi COVID-19. Terima kasih yang sudah sharing-sharing informasi yang sangat bagus. Tapi sepenglihatan saya (mudah-mudahan saya doang) kok tipis ya info yang bahas COVID-19 ini yang bahas anak-anak. Saya mau sharing info sedikit tentang COVID-19 ini terutama untuk anak-anak," tulis dokter Miza Afrizal dalam Instagram Stories-nya.

Risiko Anak Terinfeksi Virus Corona

Ada begitu banyak pertanyaan di benak orang tua mengenai penularan virus corona pada anak-anak. Fakta bahwa anak-anak lebih ringkih dari orang dewasa membuat orang tua khawatir mengenai risiko tinggi terpapar virus corona. Namun, apakah benar anak-anak memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi virus corona dibanding orang dewasa.virus corona pada anak anak

Instagram @mizaafrizal 2020 Merdeka.com

"Enggak, justru angka anak-anak yang terinfeksi COVID-19 ini didapatkan rendah. Kenapa? Enggak tahu. Tetapi dari data yang gua dapat memang keluarga corona virus ini (SARS, MERS, COVID-19) angka anak-anak yang terinfeksi didapatkan sangat rendah. MUNGKIN keluarga coronavirus ini kurang suka anak-anak, tetapi pastinya kenapa belum bisa dijelaskan," papar dokter Miza Afrizal berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention.

Gejala Virus Corona pada Anak

Perlu digaris bawahi, rendah bukan berarti tidak ada kasus virus corona menginfeksi anak-anak. Yang dimaksudkan di sini yaitu angka anak-anak terinfeksi virus corona dibanding orang dewasa masih sangat rendah. Jadi, ada juga pasien virus corona yang merupakan seorang anak-anak. Lantas, apakah sama gejala yang dirasakan oleh anak-anak dan orang dewasa terkait virus corona.virus corona pada anak anak

Instagram @mizaafrizal 2020 Merdeka.com

"Data yang didapatkan di China, anak-anak yang ternyata terinfeksi COVID-19 gejalanya kebanyakan hanya batuk pilek (gejala ringan). Kasus yang sampai berat sampai sesak napas itu angka nya sangat-sangat rendah. Jadi, sudah angka anak yang tertular rendah, yang gejalanya berat itu jarang banget lagi. Jadi, jarang kuadrat lah kira-kira," ungkap Dokter Anak RSIA Tumbuh Kembang Depok berdasarkan informasi dari cdc.gov.

Angka Kematian Anak Karena Virus Corona

Rendahnya angka terinfeksi dan gejala berat pada anak-anak tak lantas membuat anak-anak terbebas dari virus corona. Beberapa anak diketahui telah menjadi pasien kasus virus corona terutama di China. Dokter Miza Afrizal juga tak lupa memberikan grafik angka kematian terkait virus corona ke publik.virus corona pada anak anak

Instagram @mizaafrizal 2020 Merdeka.com

"10-19 tahun: 0.2% angka kematian, (anak) di bawah 9 tahun: 0%. Ini data seluruh dunia per tanggal 29 Februari 2020. Saya ambil dari Worldometer," jelasnya.

Data Tambahan Anak Terinfeksi Virus Corona

Tidak hanya dari sumber itu saja, Dokter Miza Afrizal juga mengambil rujukan dari NEJM terkait kasus virus corona pada anak-anak. Ini merupakan data yang merujuk pada kasus di China. Lantaran wabah virus bisa dikatakan baru banget, sejumlah penelitian pun masih baru berjalan semuanya.virus corona pada anak anak

Instagram @mizaafrizal 2020 Merdeka.com

"Lihat, di bawah 14 tahun dari 1099 pasien yang dipelajari, ada 9 pasien dengan usia 0-14 tahun. Dari 9 pasien anak itu, yang gejalanya parah 1 anak, yang 8 (anak lainnya) gejala ringan," tulisnya bersumber dari NEJM.

(mdk/tan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP