Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Apa Itu Mental Breakdown? Ketahui Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Mental Breakdown? Ketahui Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya Ilustrasi depresi. ©2015 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Apa itu mental breakdown? bagi sebagian orang mungkin masih sedikit asing dengan istilah tersebut. Mental breakdown merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang membutuhkan penanganan profesional.

Hal ini dipicu oleh stres berlebih dan kurangnya mekanisme penanganan yang sehat untuk mengelola stres tersebut. Meskipun mental breakdown bersifat sementara, kondisi ini merupakan hal yang serius.

Umumnya, saat mengalami mental breakdown seseorang mungkin tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari yang biasa dilakukan.

Untuk itu, semua orang perlu mengetahui bagaimana ciri-ciri dan cara mengatasinya. Simak ulasannya dilansir dari laman Klikdokter dan berbagai sumber, Rabu (14/12/2022).

Mental Breakdown

Mental breakdown adalah sebuah kondisi yang menggambarkan tekanan mental yang sangat serius. Orang yang mengalaminya akan sulit menjalani aktivitas sehari-hari.

Pada umumnya, mental breakdown disebabkan oleh stres dan ketidakmampuan untuk mengatasi stres. Gangguan ini menyebabkan hilangnya kemampuan tubuh untuk berfungsi secara normal.

Istilah mental breakdown digunakan untuk menggambarkan beberapa kondisi kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan gangguan stres akut. Mental breakdown bukanlah sebuah istilah medis atau diagnosis penyakit mental. Namun, bukan berarti kondisi ini bisa diabaikan begitu saja.

Ciri-Ciri Mental Breakdown

Seseorang yang mengalami mental breakdown juga biasanya memili gejala yang berbeda-beda. Bisa berupa gejala fisik, psikologis, dan perilaku. Karena istilah mental breakdown atau nervous breakdown tidak ada dalam dunia medis, maka kondisi mental ini digambarkan dalam berbagai macam gejala yang cenderung muncul tiba-tiba, meliputi: 1. Gejala Depresi

  •     Sedih yang berlarut-larut atau putus asa
  •     Merasa tidak berharga atau selalu merasa bersalah
  •     Mudah lelah
  •     Kehilangan semangat melakukan aktivitas harian
  •     Sering melukai diri sendiri, termasuk keinginan bunuh diri
  • 2. Gejala Kecemasan

  •     Otot tegang
  •     Gelisah
  •     Sulit mengontrol emosi
  •     Tangan berkeringat
  •     Pusing
  •     Sakit perut
  • 3. Serangan Panik

  •     Ketakutan berlebihan
  •     Sulit bernapas
  •     Gemetar
  •     Detak jantung berdebar hebat
  •     Berkeringat
  • 4. Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD)

  •     Sering mimpi buruk
  •     Menghindari tempat atau situasi yang memicu ingatan buruk
  •     Terus menyalahkan diri sendiri
  •     Menyakiti diri sendiri dan semakin ceroboh
  • 5. Lain-lain

  •     Perubahan suasana hati yang ekstrem
  •     Sulit mengendalikan emosi
  •     Halusinasi
  •     Paranoid
  •     Insomnia
  • Seseorang yang mengalami kondisi ini juga biasanya cenderung akan menarik diri dari aktivitas sosial sekitar. Mereka umumnya menunjukkan ciri-ciri mental breakdown lainnya seperti:

  •     Menghindari aktivitas dan keterlibatan sosial
  •     Tidur tidak nyenyak
  •     Sulit menjaga kebersihan
  •     Sering tiba-tiba sakit
  •     Sering mengurung diri di rumah
  • Penyebab Mental Breakdown

    1. DepresiTidak jarang mental breakdown terjadi pada seseorang yang memiliki penyakit mental yang mendasari, tidak terdiagnosis, dan tidak diobati. Paling umum, gangguan kecemasan atau depresi berat dapat memicu mental breakdown.Depresi adalah kondisi kesehatan mental lain yang sangat umum dan jika tidak ditangani dapat memicu mental breakdown.Seseorang dengan depresi merasa terus menerus sedih, putus asa, lelah, dan tidak lagi tertarik pada aktivitas yang sebelumnya dia nikmati.2. Tekanan Pekerjaan Mental breakdown juga bisa disebabkan karena merasa adanya tekanan dalam pekerjaan. Kelelahan yang disebabkan karena pekerjaan bisa memicu mental breakdown.

    3. Gejala Psikotik

    Gangguan psikotik adalah mental breakdown yang memicu gejala psikosis, seperti kehilangan kontak dengan kenyataan.

    Jenis psikosis umum yang dialami selama mental breakdown adalah gangguan depersonalisasi.Penderitanya mungkin akan merasa seolah-olah mereka tidak benar-benar menjadi bagian dari situasi tertentu. Seperti di suatu perkumpulan atau acara keluarga. 4. Serangan PanikBeberapa serangan panik dapat mengarah pada diagnosis mental breakdown. Gejala serangan panik meliputi:

  •     Ketakutan atau rasa takut yang kuat bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi
  •     Takut kehilangan kendali atau mati
  •     Berkeringat
  •     Gemetar
  •     Detak jantung yang cepat
  •     Hot flashes, menggigil, atau keduanya
  •     Sakit perut
  •     Mual
  •     Sesak napas
  •     Kesemutan dan mati rasa di bagian tangan atau kaki
  •     Sakit kepala
  •     Sakit dada
  • Meskipun beberapa orang yang mengalami serangan panik mungkin tidak mengalami banyak stres dalam hidupnya, serangan ini dapat dipicu oleh banyak stres, seperti halnya mental breakdown.5. Insomnia Ketika seseorang mengalami kesulitan tidur (insomnia), otak dan tubuh tidak dapat pulih dari stres, yang pada akhirnya dapat memperburuk stres dan gangguan kecemasan. Kurang tidur juga dapat memengaruhi kesehatan fisik serta mental seseorang.

    Cara Mengatasinya

    Saat Anda atau orang disekitar mengalami mental breakdown, tentu cara terbaik ialah meminta bantuan kepada seorang profesional. Hal ini sangat penting agar orang yang mengalami mental breakdown tidak melukai diri ataupun orang lain. Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan seperti: 1. Terapi Perilaku KognitifTerapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dapat mengatasi kecemasan, depresi, dan kondisi kesehatan mental lainnya. Terapi perilaku kognitif melibatkan identifikasi pola pikir yang bermasalah dan mempelajari keterampilan mengatasi gejala untuk mencegahnya datang kembali. 2. Obat MedisSelain CBT, psikiater juga mungkin akan merekomendasikan beberapa jenis obat untuk mengatasi mental breakdown. Beberapa obat medis yang umumnya digunakan salah satunya adalah antidepresan. 3. Mengubah Gaya Hidup Perubahan gaya hidup lebih sehat yang dimaksud antara lain:

  •     Mengurangi konsumsi alkohol dan kafein
  •     Berolahraga teratur
  •     Makan makanan sehat 
  •     Istirahat cukup
  •     Berlatih teknik mengurangi stres dengan yoga atau latihan pernapasan
  • (mdk/khu)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP