Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 Kelenteng Terbesar dan Bersejarah di Indonesia, Ada di Tegal Hingga Surabaya

6 Kelenteng Terbesar dan Bersejarah di Indonesia, Ada di Tegal Hingga Surabaya Kelenteng Siu Hok Bio Semarang. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Tahun Baru China atau Imlek sudah di depan mata. Momen perayaan hari besar itu biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat Tionghoa untuk melaksanakan ibadah di kelenteng. Menjelang perayaan Imlek, sejumlah kelenteng di seluruh Indonesia biasanya sudah mulai dihias menggunakan pernak-pernik khas Imlek.

Bangunan kelenteng memang memiliki ciri khas dan keunikannya tersendiri. Pada dasarnya, kelenteng terdiri dari empat bagian. Yakni halaman depan, ruang suci dalam, ruang tambahan, dan bangunan samping. Masing-masing tempat memiliki fungsi yang berbeda yang biasanya digunakan sebagai tempat beribadah.

Dari sekian banyak kelenteng di Indonesia, ada beberapa yang dinobatkan sebagai kelenteng terbesar dan bersejarah. Apa saja? Berikut daftarnya dilansir dari berbagai sumber, Rabu (26/1/2022):

1. Kelenteng Tay Kak Sie Semarang

foto liputan6

Foto: Liputan6/Instagram @wisatasemarang ©2022 Merdeka.com

Kelenteng Tay Kak Sie ini sangat populer di daerah Semarang, Jawa Tengah. Bahkan, hampir setiap hari kelenteng ini selalu ramai didatangi pengunjung. Selain memiliki bangunan yang tergolong luas, kelenteng Tay Kak Sie memiliki ornamen bangunan yang dibuat seperti abad ke-19.

Di tempat ini, pengunjung bisa melihat replika sejarah peninggalan abad ke-19, salah satunya replika kapal Laksamana Cheng Ho yang ada di gerbang pintu masuk.

2. Kelenteng Kwan Sing Bio di Tuban, Jawa Timur

foto liputan6

Foto: Liputan6 ©2022 Merdeka.com

Kelenteng Kwan Sing Bio merupakan satu di antara kelenteng yang ada di Indonesia dengan bangunan yang cukup megah. Selain dari segi arsitektur, kelenteng ini juga masuk dalam jajaran kelenteng terbesar di Asia tenggara.

Sebab, kelenteng ini memiliki luas sekitar 4 hektare. Selain itu fasilitas yang disediakan di dalamnya juga tergolong sangat lengkap, mulai dari pusat kuliner dan oleh-oleh khas China, tempat untuk istirahat, area parkir yang memadai, dan masih banyak lagi.

3. Kelenteng Chandra Nadi, Palembang

foto liputan6

Foto: Liputan6 ©2022 Merdeka.com

Kelenteng Chandra Nadi disebut merupakan kelenteng pertama di Palembang karena sudah ada sejak tahun 1773. Tidak heran, jika kelenteng ini selalu ramai menjadi tempat beribadah bagi warga Tionghoa sekaligus tempat wisata bersejarah bagi masyarakat umum.

Masyarakat percaya, bahwa kelenteng ini bisa membawa berkah kesembuhan pada beragam penyakit. Di kelenteng Chandra Nadi juga terdapat makam Panglima Palembang keturunan Tiongkok yang bernama Ju Sin Kong.

Menurut cerita, Panglima Palembang tersebut beragama Islam. Mitosnya, yang mengunjungi makam ini senantiasa bisa terbebas dari penyakit.

4. Kelenteng Tek Hay Kiong, Tegal

foto liputan6

Foto: Liputan6/Instagram @pesonategal ©2022 Merdeka.com

Kelenteng ini merupakan bukti keberadaan etnis Tionghoa di Tegal sudah ada sejak sebelum zaman kolonial karena masyarakat percaya bahwa klenteng ini didirikan pada 1690. Dilihat dari bangunan luarnya yang megah dan mewah, tidak heran jika Kelenteng Tek Hay Kiong ini jadi salah satu kelenteng yang paling dinanti saat Imlek.

Kelenteng ini kabarnya pernah direstorasi pada tahun 1873 oleh Kapiten Tan Koen Hway saat Kaisar Dao Guang ke-17 tahun Ding You. Kapiten Tan Koen Hway bersama rekan-rekannya di Tegal membangun kelenteng yang diberi nama Tek Hay Kiong yang dapat diartikan juga Istana Tek Hay Cin Jin.

Dengan arti nama 'istana', klenteng megah di Tegal ini selalu menjadi kelenteng yang ramai pengunjung, terlebih lagi saat perayaan Imlek.

5. Kelenteng Cu An Kiong di Rembang

foto liputan6

Foto: Liputan6/wikipedia ©2022 Merdeka.com

Kelenteng Cu An Kiong menjadi kelenteng yang cukup unik di Jawa Tengah. Keunikannya terletak pada arsitektur bangunannya. Selain memiliki bangunan yang terbuat dari ukiran kayu berwarna-warni, kelenteng ini juga merupakan bangunan yang cukup megah dan luas.

Di kelenteng ini pengunjung dapat melihat sebuah altar yang digunakan Makco Tian Siang Sing Bo, yatu dewi laut yang menjadi kepercayaan orang Tionghoa.

6. Kelenteng Hong Tiek Hian di Surabaya

foto liputan6

Foto: Liputan6 ©2022 Merdeka.com

Kelenteng Hong Tiek Hian dibangun oleh tentara Tartar yang ada di zaman Kaisar Ku Bi Lai Khan dengan bangunan pagoda yang menjadi ciri khas bangunan orang Tionghoa zaman dulu.

Lokasinya terletak di Jalan Dukuh, Surabaya Utara, kelenteng ini tidak jauh ke arah timur dari kawasan legendaris di Surabaya yakni Jembatan Merah. Karena letaknya di Jalan Dukuh, masyarakat sekitar menyebutnya Kelenteng Dukuh yang dibangun pada awal 1300.

Selain sebagai tempat ibadah, di tempat ini juga sering diselenggarakan acara-acara tradisional China seperti pertunjukan wayang Pho Tee Hi atau perayaan hari-hari besar China seperti Imlek.

(mdk/khu)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP