5 Manfaat Donor Darah bagi Tubuh, Dapat Jaga Kesehatan Mental & Deteksi Dini Penyakit
Merdeka.com - Ada berbagai macam manfaat donor darah bagi kesehatan tubuh. Donor darah bisa membantu menyelamatkan hidup orang lain. Manfaat donor darah rupanya juga bisa dirasakan langsung oleh sang pendonor.
Tenaga medis sebelum seseorang melakukan donor darah nantinya akan memeriksa kondisi kesehatan mereka. Hal ini untuk memastikan si pendonor telah memenuhi syarat menjadi seorang yang menyumbangkan darahnya. Apabila persyaratan telah terpenuhi, para tenaga medis akan memasukkan jarum steril ke pembuluh darah vena lengan. Setelahnya, darah si pendonor akan diambil sekitar 470 ml.
Pada umumnya terdapat beberapa kondisi di mana seseorang membutuhkan donor darah. Mulai dari pasien yang menjalani prosedur operasi, anemia, hemofilia, transplantasi organ, korban kecelakaan, kanker, penyakit sel sabit dan thalassemia. Namun, manfaat donor darah ini tidak hanya dirasakan si penerima saja melainkan juga bagi sang pendonor. Lantas apa saja manfaat donor darah bagi kesehatan tubuh?
Melansir dari berbagai sumber, Kamis (16/6), simak ulasan informasinya berikut ini.
Manfaat Donor Darah

©Shutterstock/oksana2010
Melansir dari Alodokter, berikut manfaat donor darah bagi kesehatan tubuh:
1. Menjaga Kesehatan Jantung & DarahManfaat donor darah bagi kesehatan tubuh yang pertama adalah membantu menjaga kesehatan jantung dan darah. Donor darah mampu membantu mengurangi risiko terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah. Sehingga aliran darah dalam tubuh dapat bekerja lebih lancar.
Donor darah juga mampu membantu jantung berdetak lebih stabil dan teratur. Apabila aliran darah menjadi lebih lancar, organ-organ dalam tubuh nantinya juga akan berfungsi dengan baik dan sehat.
Sejumlah riset menunjukkan seseorang yang rutin melakukan donor darah akan memiliki risiko lebih rendah terkena berbagai penyakit. Misalnya seperti serangan jantung, stroke dan kanker. Selain itu, rajin melakukan donor darah juga diduga bisa membantu kadar zat besi dalam darah menjadi stabil.
2. Tingkatkan Produksi Sel Darah Merah
Manfaat donor darah yang kedua yaitu membantu meningkatkan produksi sel darah merah. Saat melakukan donor darah, sel-sel darah merah di dalam tubuh akan berkurang. Untuk mengganti kadar darah yang hilang tersebut, sumsum tulang nantinya akan memproduksi sel darah merah disertai dengan hemoglobin yang sehat dan baru.Proses penggantian ini diketahui terjadi dalam kurun waktu beberapa minggu. Kemudian setelah tubuh mendapat sel darah merah baru, darah akan lebih efektif dalam mengangkut oksigen. Sehingga tubuh akan menjadi lebih sehat dan bugar. 3. Mengurangi Kadar Kolesterol Jahat
Manfaat donor darah yang ketiga yakni membantu mengurangi kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Beberapa penelitian menyebutkan kebiasaan melakukan donor darah mampu membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL dan trigliserida) dalam darah. Dengan begitu, risiko terbentuknya sumbatan atau plak dalam pembuluh darah (aterosklerosis) dapat berkurang. Sehingga nantinya aliran darah serta fungsi organ dalam tubuh dapat berjalan dengan lancar.
4. Deteksi Dini Penyakit Tertentu

©2013 Merdeka.com/Shutterstock/wavebreakmedia
Manfaat donor darah selanjutnya adalah membantu mendeteksi dini penyakit tertentu. Seseorang akan menjalani pemeriksaan atau skrining gratis sebelum melakukan donor darah. Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeteksi adanya penyakit serius dalam tubuh. Mulai dari hepatitis B, hepatitis C, malaria, sifilis hingga HIV. Pemeriksaan atau skrining ini juga bertujuan untuk memastikan darah yang akan disumbangkan oleh seseorang terdeteksi aman. Sebab, darah tersebut akan digunakan sebagai transfusi darah bagi orang-orang yang membutuhkan.Melalui pemeriksaan ini pula, seseorang dapat mendeteksi dini penyakit tertentu. Jika memang ternyata memiliki penyakit tertentu, mereka bisa langsung berobat untuk ditangani secepatnya.
5. Menjaga Kesehatan Mental
Manfaat donor darah berikutnya yaitu membantu menjaga kesehatan mental. Pada dasarnya donor darah merupakan suatu tindakan yang begitu mulia. Di mana setiap tetesan darah yang disumbangkan akan sangat berharga bagi orang-orang yang membutuhkan. Bahkan tetesan darah tersebut mampu digunakan untuk menyelamatkan kehidupan atau nyawa orang lain. Dengan memiliki perasaan seperti itu, dapat membuat kalian menjadi termotivasi untuk menjalani hidup lebih sehat. Selain itu juga termotivasi untuk senang membantu orang lain yang kesusahan. Tak jarang, kalian terinspirasi untuk berkontribusi lebih banyak kepada sesama manusia. Pada akhirnya, hal-hal tersebut dapat membuat kondisi mental menjadi lebih baik.
Orang yang Tidak Boleh Donor Darah

©Shutterstock/vladm
Melansir dari halodoc, donor darah ternyata memiliki persyaratan tersendiri. Mulai dari usia minimal pendonor harus 17 tahun, berat badan minimal 45 kg hingga tekanan darah sistole di bawah 180 dan diastole di bawah 100 untuk orang dengan tekanan darah cenderung tinggi. Sedangkan, untuk orang yang mempunyai tekanan darah rendah, tekanan darah sistole yang dianggap aman adalah 90 dan diastole 50. Kadar hemoglobin pendonor juga sebaiknya sekitar 12.5-17 grams (g) of hemoglobin per deciliter (dL) dan tidak lebih dari 20 grams (g) of hemoglobin per deciliter (dL).Bukan hanya itu, beberapa orang dengan kondisi kesehatan tertentu juga tidak diperbolehkan untuk melakukan donor darah. Berikut kondisi orang-orang yang tidak boleh donor darah:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya