5 Dampak Buruk Makan Daging Anjing, Anda Harus Tahu
Merdeka.com - Makanan olahan berbahan dasar daging anjing kini mudah dijumpai di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini tentu membuat resah para aktivis pecinta hewan. Sudah sejak lama larangan mengonsumsi daging anjing dikampanyekan di masyarakat. Tetapi, hingga kini nyatanya masih saja banyak yang masih mengonsumsi daging anjing.
Bahkan, di salah satu wilayah di kota Solo olahan daging anjing sangat mudah ditemui di warung-warung pinggir jalan. Oleh karena itu, baru-baru ini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengeluarkan peraturan larangan warga di wilayah Solo Raya untuk tidak mengonsumsi daging anjing lagi.
Larangan tersebut dikeluarkan setelah adanya laporan dari Dog Meet Free Indonesia bahwa ada sekitar 13.700 ekor anjing yang dibantai di wilayah Solo untuk dikonsumsi. Hal ini juga berkaitan dengan peraturan perundang-undangan, yakni Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Pasal (1) yang mengatakan bahwa anjing tidak termasuk dalam makanan konsumsi karena bukan merupakan sumber hayati produk peternakan, kehutanan atau sejenisnya.
Terlepas dari itu, ada beberapa dampak buruk yang ditimbulkan jika seseorang mengonsumsi daging anjing, diantaranya :
Rabies
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBahaya yang bisa ditimbulkan dari konsumsi daging anjing adalah penyebaran rabies dari hewan kepada manusia. Kebanyakan anjing yang dibunuh untuk dikonsumsi merupakan anjing liar yang luput dari vaksinasi anjing. Untuk itu, potensi penularan rabies sangat tinggi jika seseorang mengonsumsi daging anjing tanpa pengolahan yang tepat.
Trichinosis
Orang yang mengonsumsi daging anjing juga bisa berpotensi terkena penyakit ini. Biasanya disebabkan karena daging anjing yang terinfeksi parasit Trichinella, yang bisa membuat radang pada pembuluh darah. Jika infeksi yang ditimbulkan berat, maka kemungkinan penderitanya akan kesulitan dalam mengkoordinasikan gerakan, serta bermasalah pada jantung dan pernapasan.
Kebal Terhadap Antibiotik
Sebagian besar peternakan anjing untuk dikonsumsi biasanya memiliki lingkungan yang tidak sehat dan kotor. Biasanya anjing-anjing tersebut diberi suntikan antibiotik secara berlebih untuk mencegah penyakit. Tetapi, kandungan antibiotik pada daging anjing justru berbahaya bagi manusia, karena tubuh akan kebal dengan antibiotik yang diberikan.
Infeksi Bakteri
Daging anjing juga bisa menularkan infeksi bakteri seperti anthrax, brucellosis, hepatitis, dan leptospirosis.
Hipertensi
Di lansir dari Liputan6,bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan jika konsumsi natrium untuk tubuh sebaiknya tidak lebih dari 2 miligram per hari. Dalam 100 gram daging anjing mengandung sekitar 1,06 miligram natrium.
Hal ini membuat jika konsumsi daging anjing bisa meningkatkan tekanan darah hingga melampaui batas sehingga meningkatkan resiko hipertensi.
(mdk/khu)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya