Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kastel Kelburn, Istana `Corat-Coret` yang Memikat Traveler

Kastel Kelburn, Istana `Corat-Coret` yang Memikat Traveler Kastil Kelburn, Skotlandia (Sumber: http://www.amusingplanet.com/)

Merdeka.com - Bangunan sejarah biasanya selalu identik dengan kesan tua, kuno dan muram. Ditambah dengan konstruksi bebatuan yang berwarna abu-abu atau coklat yang menambah kesan menyeramkan pada bangunan tersebut.

Tapi berbeda dengan kastel Kelburn, peninggalan abad 13 yang telah disulap menjadi bangunan yang paling mencolok di Skotlandia.

Kastel Kelburn berada di dekat Fairlie, dan terletak sekitar 35 mil di barat Glasgow. Bangunan ini telah menjadi milik keluarga Boyles sejak abad ke-13. Lalu, kastel tertua di Skotlandia ini terus ditinggali keluarga yang sama secara terus-menerus.

Pada tahun 1703, parlemen Skotlandia menamai kastel ini sebagai Earl of Glasgow pada saat kepemilikan David Boyle. Dia merupakan salah satu anggota Dewan Komisaris yang melakukan negosiasi Perjanjian Union untuk menyatukan Inggris dan Skotlandia ke dalam Britania Raya.

Sejak itu kastel Kelburn menjadi rumah dari keturunan keluarga Earls. Lalu, pada 2007, Patrick Robin Archibald Boyle pemilik Earl of Glasgow diminta untuk menghapus semen yang telah ditambahkan ke bangunan pada tahun 50-an.

Hal itu bertujuan untuk menghindari kerusakan batu. Kemudian berdasarkan pertimbangan dan saran dari anak-anaknya, Patrick sepakat untuk mengecat semen-semen sebelum dihapus.

Kemudian ia mengundang sekelompok seniman Brasil yang terdiri dari empat orang untuk menghiasi menara benteng dan dinding dengan gaya unik berupa grafiti seni.

Karya seniman Brasil ini menarik perhatian media besar, mengundang banyak wisatawan dari seluruh dunia.

Lembaga pemerintah yang bertanggung jawab untuk menjaga monumen sejarah negara Skotlandia, telah sepakat untuk mempertahankan seni grafiti ini sementara waktu. Karya seni akan dibiarkan selama tiga tahun. Namun, melihat respon masyarakat yang makin besar akhirnya mereka sepakat untuk menjadikan seni grafiti di kastel ini sebagai karya seni permanen.

Terakhir, pada tahun 2012 lalu, badan pemeriksaan kastel menemukan kerusakan dinding kastel yang disebabkan semen. Mereka mendesak untuk menghapus grafiti dan harusnya hanya diperbolehkan sampai musim panas 2015 saja. Tapi hingga kini tidak ada kabar terbaru mengenai hal itu baik dari media maupun pemilik kastel.

(Sumber: Amusingplanet.com)

(mdk/merdeka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP