XL mulai minta jatah dari OTT
Merdeka.com - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mensinyalir penyebab turunnya performa kinerja operator adalah karena mereka tidak memiliki strategi penarifan terhadap derasnya aplikasi over the top (OTT) yang melewati jaringannya.
XL, termasuk operator yang terkena imbas pertumbuhan layanan data yang naik signifikan dengan mencatat penurunan laba bersih pada kinerja 2013. Namun, anak usaha Axiata Bhd itu ternyata sudah mulai melakukan langkah ke depan, berupa monetisasi sejumlah OTT yang melewati jaringannya.
Menurut Revie Sylviana Andriana Dewi, Senior GM Digital Entertainment, mengatakan monetisasi artinya XL mulai minta jatah kepada OTT atau aplikasi asing yang melewati jaringannya.
"XL mulai minta kepada OTT untuk men-sharing cost untuk infrastruktur, dan OTT bersedia membayarnya, di antaranya berupa cost notifikasi ke pelanggan," katanya, Kamis (13/3).
Monetisasi juga bisa berupa jatah penjualan stiker, ada juga berupa sejumlah OTT mulai menyediakan ruang di platform-nya untuk keperluan marketing XL. Revie mengatakan jatah dari OTT juga bisa didapat dari volume penggunaannya.
VP Digital Services Delivery XL Yessie D Yosetya mengatakan nilai bisnis konten seluler pada tahun ini secara global akan mencapai USD 575 miliar, sedangkan khusus di Indonesia, nilainya tahun ini akan menyentuh Rp 10 triliun.
"Tren digital naik karena adanya emerging market. XL merupakan operator pertama di Asia Tenggara yang mengenalkan pembelian konten lewat berbagai cara. XL merupakan operator pertama yang merilis e-M2M, launch mobile money interoperability dengan Telkomsel dan Indosat, serta mengenalkan pembelian konten lewat ritel modern seperti Carrefour dan Alfamart," tuturnya. (mdk/dzm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya